BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ilmu
yang mempelajari segala bentuk peri kehidupan tentang serangga disebut dengan
Entomologi. Serangga merupakan hewan yang tanpa tulang memiliki tetapi memiliki
sayap yang terbukti memiliki spesies yang paling banyak diantara jenis hewan
lainnya. Hampir 80 persen jumlah spesies
dimuka bumi ini mendominasi dibandingkan jumlah total hewan dibumi. Serangga
tergolong kedalam Filum Arthopoda dan termasuk kedala kelas Ineskta. Dalam
bahasa latin Arthopoda memiliki arti (Artha = ruas,buku, atau segmen ; podos =
kaki), merupakan hewan yang memiliki cirri kai beruas, berbuku atau bersegmen.
Ukuran tubuh serangga bervariasi, pada umumnya memiliki panjang 2-40 mm. Tubuh
serangga terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala (caput), dada (thorax), dan
perut (abdomen).
Dalam
kehidupan sehari-hari keberadaan serangga dilingkungan manusia ada yang
memberikan dampak yang positif dan ada yang memeberikan dampak negative. Dampak
positif yang diberikan dari keberadaan serangga adalah dapat membantu
penyerbukan tanaman berbunga yang merupakan sumber makanan bagi hewan serangga
lainnya dan membantu dalam dekomposisi tumbuhan dan hewan. Sedangkan, dampak
negative yang diberikan dari keberadaan serangga sangat dialami oleh para
petani yang lahan pertaniannya diserangi beberapa jenis serangga yang merusak
tanamannya, seperti lalat buah, wereng coklat, belalang, kepik hijau, dan
lain-lain.
1.2. Tujuan
Tujuan
praktikum kali ini dilakukan agar praktikan mengetahui morfologi serangga secara
umum.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Serangga
Serangga
adalah hewan yang teramsuk kedalam kelompok utama hewan beruas Arthopoda yang
memiliki tungkai enam atau tiga pasang. Dalam bahasa Yunani disebut Hexapoda
yang artinya berkaki enam. Kajian ilmu yang mempelajari tentang kehidupan
serangga disebut Entomologi. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat
adaptasi yang sangat tinggi. Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah
ditemukan. Sebanyak 500 spesies bangsa capung (Ordata), 20.000 spesies bangsa
belalang (Orthopetra), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat
(Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan jenis lainnya (Diptera), 82.000 spesies
bangsa kepik (Hempitera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleptera), dan
110.000 bangsa lebah dan smeut (Hymenoptera).
Serangga
memiliki tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran tubuh serangga relative
kecil. Pada umunya serangga mengalami metamorphosis sempurna, yaitu siklus
hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago. Ordo
Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera adalah tipe ordo yang
mengalami metamorphosis secara sempurna. Adapula yang disebut dengan
metamorphosis tidak sempurna. Siklus tumbuh metamorphosis tidak sempurna dengan
tahapan: telur, nimfa, dan imago. Pada siklus ini tidak terjadi tahapan larva.
2.2. Macam-macam Serangga
Pada
praktikum Dasar-dasar Perlindungan Tanaman kali ini praktikan menggunakan
beberapa macam serangga, diantaranya:
1.
Kupu-kupu
Kupu-kupu
merupakan hewan jenis serangga yang tergolong subordo Rhopalocera yang biasa
terbang disiang hari. Kupu-kupu memiliki antenna pada ujung kepalanya yang
membesar. Pada waktu istirahat, kedudukan sayapnya tegak lurus dengan permukaan
sebelah atas berhubungan (bersinggungan). Pada subordo ini terbagi menjadi dua,
yaitu kupu-kupu (butterflies) dan skippers. Pada umumnya kupu-kupu ini
memiliki perut yang langsing. Letak pangkal antena berdekatan dan ujungnya
tidak membengkok. Kupu-kupu termasuk kedalam serangga yang mengalami
metamorphosis secra sempurna, dengan siklur telur, larva, pupa, dan imago.
Ciri
spesifik yang dimiliki oleh kupu-kupu adalah bagian tubuhnya terbagi menjadi
tiga bagian, yaitu caput (kepala), thorax (dada), dan abdomen (perut. Pada
setiap bagian kupu-kupu (kepala, dada, dan perut) tertutup lapisan lembut,
berbulu halusdan berwana menyala. Ketiga bagian tubuh kupu-kupu tersebut
memiliki fungsi masing-masing:
·
Kepala (caput)
Kepala
kupu-kupu berbentuk bulat kecil yang menganban alat makan dan memiliki
sensorik. Alat makan pada kupu-kupu dinamakan proboscis, sedangkan alat
sensoriknya adalah sepasang antenna yang biasanya menebal pda bagian ujungnya.
Bentuk mata kupu-kupu seperti belahan bola yang membengkak. Pada mata bagian
atsa biasanya dinamakan mata majemuk.
·
Dada (thorax)
Dada
merupakan bagian tengah tubuh pada kupu=kupu yang berfungsi untuk penggerak.
Dan pada bagian dada pula tempat melekatnya kaki dan sayap. Thorax tersusun
atas tiga segmen, yang tiap segmenya terdapat sepasang tungkai untuk berjalan
dan berpegangan. Dua pasang sayap sayap terdapat pada mezothorax dan metathorax
yaitu bagian kedua dan ketiga dari segmen dada. Pada beberapa jenis kupu-kupu
sayap belakang mempunyai tornus
(ekor).
·
Perut (abdomen)
Abdomen
merupakn bagian yang lunak daripada kepala dan dada. Perut pada kupu-kupu
memiliki tujuh (tujuh) atau 8 (delapan ) segmen yang mudah terlihat. Segmen
ujung merupakan alat kelamin dari kupu-kupu, dimana pada jantan terdiri dari
sepasang penjepit, sedangkan pada betina segmen tersebut berubah menjadi
ovipositor (alat untuk meletakan telur).
2.
Belalang
Sembah
Belalang
sembah yang memiliki nama latin Mantis religiosa merupakan hewan
yang bertindak sebagai predator yang efektif. Belalang sembah atau belalang
sentandu adalah salah satu dari segelintir serangga yang dapat memutar
kepalanya. Banyak sebutan dalam bahasa untuk jenis belalang sembah ini, seperti
cengcorang (bahasa sunda atau betawi), walang kadung (bahasa jawa), dan
mentadak (bahasa melayu).
Belalang
sembah ini memiliki dua pasang sayap. Tubuhnya juga terbungkus eksoskleton yang
melindungi system organ yang lunak bagian dalam. Bentuk lata mulutnya adalah
tipe penguyah. Belalang sembah memiliki 3 (tiga) pasang kaki, dua pasang kaki
belakang digunakan untuk berjalan dan satu pasangkai depan digunakan untuk
menangkap mangsa. Belalang sembah ini merupakan serangga karnivora yang makan
segala macam serangga dan bahakan bersifat kanibal.
3.
Belalang
Kayu
Belalang
kayu yang memiliki nama latin Valanga nigricornis merupakan salah
serangga yang tergolong dalam hama. Belalang kayu terdapat didaerah yang musim
keringnya tegas. Belalang kayu ini terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala,
thorax, dan abdomen. Warna tubuh belalang kayu ini abu-abu kecoklatan jika yang
sudah dewasa, jika yang muda berwarna hijau. Memiliki 6 (enam) pasang kaki dan
2 (dua) pasang sayap. Sayap bawah pada dasarnya berwarna merah.
Belalang
kayu ini memiliki tipe mulut penguyah-penggigit. Pada belalang kau ini mereka
memiliki alat pendengaran yang disbut tympanum yang terletak pada abdomen dekat
sayap. Belalang kayu ini bernafas dengan trakea.
4.
Tawon
Tawon
adalah jenis serangga yang sangat mudah dikenal karena suka menyengat bila
diganggu dan memiliki warna yang mecolok dari spesies lain. Bagian tawon
terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu kepala, thorax dan abdomen. Tawon memiliki
sepasang mata majemuk dan 3 (tiga buah mata oselus (mata sederhana) dipuncak kepalanya.
Tawon juga memiliki antenna yang berbuku-buku yang digunakan untuk mendeteksi
rangsangan kimia.
Tawon
tidak memiliki kerangka dalam, namun tubuhnya ditutupi oleh cangkang luar yang
disebut eksoskeleton. Pada tawon betina, sayap yang dimilikinya berwarna
transparan. Tawon meruapakn jenis serngga yang sangat pintar sekali pada saat
terbang. Pada umunya saat terbang tawon melipat kakinya. Tawon mengalami
metamorphosis sempurna.
5.
Lebah
Lebah
termasuk dalam kelas insekta dan tergolong dalam jenis serangga yang berdarah
dingin, yakni hewan yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh perubahan suhu
dilingkungannya. Lebah memiliki 3 (tiga) bagian, yaitu kepala, thorax, dan
abdomen. Secara umum lebah bisa tumbuh diseluruh belahan bumi terkecuali di
daerah kutub, karena didaerah kutub tidak terdapat tanaman yang menjadi sumber
makanan bagi lebah. Pada daerah tropis lebah dapat berkembang biak dengan baik
dan produktif.
Lebah
ratu merupakan pemimpin koloni dan bertanggung jawab terhadap koloninya.
Sedangkan lebah jantan berasal dari dari telur yang tidak dibuahi. Lebah ini
berfungsi sebagai pemacek, pengawin ratu muda. Adapula lebah pekerja, lebah ini
merupakan kelompok yang jumlahnya paling banyak dalam koloni. Lebah pekerja ini
bersal dari sel telur yang dibuahi.
6.
Kepik
hijau
Kepik
hijau termasuk kedalam ordo Hemiptera memiliki nama latin Nezara viridula L
merupakan jenis serangga yang dapat merusak tanaman. Kepik hijau ini memiliki metamorphosis tipe yang sederhana
dengan siklus: telu, nimfa, dan dewasa. Secara umum morfologinya tersusun atas
caput, thorax, dan abdomen. Kepik hijau memiliki sayap depan yang keras, tebal,
dan tanpa vena. Sedangkan sayap belakangnya membraneus dan terlipat dibawah
sayap depan saat kondisi istirahat.
Kepik
hijau memiliki tipe mulut menusuk dan menghisap yang muncul dari depan kepala
yang dinamakan stylet. Tubuh yang dimiliki kepik hijau adalah pipih, kakinya
yang pendek dan bentuk kepala yang terlihat membungkuk seperti melihat kebawah.
Pada bagian kepalanya terdapat sepasang antenna, mata facet, dan occeli.
Umumnya kepik hijau menyerang tanaman padi yang mengakibatkan bulir-bulir padi
mejadi hampa atau kosong.
7.
Capung
Capung
merupakan serangga yang termasuk kedalam ordo Odonata. Pada umumnya capung
dapat tumbuh didaerah tropis. Di Indonesia terdapt 750 spesies capung yang
sudah teridentifikasi dari 7000 spesies Odonata diselurh dunia. Capung juga
merupakan predator bagi sesame serangga bahkan serangga hama tanaman padi.
Capung ini memiliki tubuh yang langsing. Selain tubuhnya yang langsing, capungjuga
memiliki 2 (dua) pasang sayap dan memiliki pembuluh darah jala.
Capung
memiliki 3 (tiga) bagian struktur, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Tipe
mulut yang dimiliki capung adalah tipe penguyah. Ca[ung memiliki mata majemuk
yang besar. Abdomen pada capung berbentuk panajang dan langsing (ansori).
Abdomen pada capung bersifat fleksibel dan memiliki 10 (sepuluh) ruas. Thorax
pada capung relative kecil dan kompak (protoraks dan dua ruas toraks lainnya
berukuran kecil). Capung memiliki tungkai yang relative pendek yang merupakan
bentuk adaptasi untuk hinggap, menagkap mangsa, dan menahan mangsa.
8.
Lalat
Buah
Lalat
buah merupakan hama yang dapat dikatakan sangat merusaj jenis tanaman
holtikurtura, khusunya tanaman sayur dan buah. Kerugian yang ditimbulkan dari
serangan lalat buah ini adalah kerontokan pada beberapa buah muda atau yang
belum matang, buah dan sayur menjadi busuk dan berisi belatung. Selain
merugikan pada tanaman holtikultura, lalat buah juga merugikan pada manusia.
Buah atau sayuran yang terkena hama lalat buah akan menyebarkan bakteri E.coli yang bisa menyebabkan penyakit
pencernaan pada manusia.
Sama
seperti pada umumnya lalat buah memiliki 3 (tiga) struktur bagian,yaitu kepala,
thorax, dan abdomen. Warna yang dimiliki lalat buah sangat bervariasi ada yang
berwarna kuning cerah, oranye, hitam, coklat. Pada abdomenya terdapat pita-pita
hotam, sedangkan pada thoraxnya terdapat bercak kekuning-kuningan. Pada sayap
bagian ujungnya terdapat bercak-bercak coklat kekuningan.
9.
Kumbang
Kumbang
termasuk dalam ordo Coleoptera yang berarti “sayap berlapis”. Pada umumnya
kumbang mempunyai 2 (dua) pasang sayap yang bagian luar berbentuk keras disebut
elytra untuk me;lindungi sayap bagian
dalam serta tubuh bagian belakang pada kumbang. Kebanyak kumbang memliki sayap
yang keras mengkilat dan memiliki warna yang menarik. Ruas tubuhnya
berbuku-buku. Pada bagian aki depan dan belakangnya bergerigi dan keras. Kepalanya
berukuran kecil dan membungkuk dengan sepsang antenna atau sungut.
BAB III
METODOLOGI
3.1. Wakatu dan Tempat
Praktikum
Dasar-dasar Perlindungan Tananam dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 April
2014 pukul 07:00 sampai dengan selesai di Laboratorium Bioteknologi Fakultas
Pertanian UNTIRTA.
3.2. Alat dan Bahan
Alat:
1. Pensil
2. Kertas
HVS
3. Penghapus
4. Pulpen
|
Bahan:
1. Kupu-kupu
2. Belalang
sembah
3. Belalang
kayu
4. Tawon
5. Lebah
6. Kepik
hijau
7. Capung
8. Lalat
buah
9. Kumbang
|
3.3. Cara Kerja
1.
Siapakan kertas HVS, pensil dan
penghapus.
2.
Gambar tiap serangga dengan rapih.
3.
Beri keterangan pada tiap gambar.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
1.
Kupu-kupu
![]() |
Klasifikasi
Kupu-kupu
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera
Family: Nymphalidae
Genus: Danaus
Spesies: Danaus plexsippus
|
2.
Belalang Sembah
![]() |
Klasifikasi
Belalang Sembah
Kingdom: Animalia
Sub Kingdom: Invertebrata
Filum: Athopoha
Kelas: Insecta
Ordo: Mantodea
Family: Mantidae
Genus: Mantis
Spesies: Mentis religoisa
|
3.
Belalang
Kayu
![]() |
Klasifikasi
Belalang Kayu
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Orthopetra
Family: Acrididae
Genus: Valanga
Spesies: Valanga nigricornis
|
4.
Tawon
![]() |
Klasifikasi
Tawon
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: insecta
Ordo: Hymenoptera
Family: Vespidae
Genus: Vespa
Spesies: Vespa orientalis
|
5.
Lebah
![]() |
Klasifikasi
Lebah
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: insecta
Ordo: Hymenoptera
Family: Apidae
Genus: Apis
Spesies: Apis indica
|
6.
Kepik
Hijau
![]() |
Klasifikasi
Kepik hijau
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hemiptera
Family: Pentatomidae
Genus: Nezara
Spesies: Nezara viridula
|
7.
Capung
![]() |
Klasifikasi
Capung
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Odonata
Family: Libellulidae
Genus: Libelulla
Spesies: Despressa
|
8.
Lalat
buah
![]() |
Klasifikasi
Lalat buah
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Diptera
Family: Drosophilidae
Genus: Drosophila
Spesies: Drosophila melanogaster
|
9.
Kumbang
![]() |
Klasifikasi
kumbang
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Coleptera
Family:
Genus:
Spesies:
|
4.2. Pembahasan
Dari
kegiatan praktikum yang sudah dilakukan, praktikan mengetahui morfologi
serangga secara umum. Serangga memiliki tiga bagian struktur, yaitu caput
(kepala), thorax, dan abdomen. Pada bagian struktur memiliki fungsi yang
berbeda-beda. Bagian caput adalah bagian
terdepan yang ada pada bagian tubuh serangga. Bagian ini biasanya terdapat
mata, alat pengunyah, antena. Pada serangga terdapat dua jenis mata, yaitu mata
tunggal dan majemuk. Mata tunggal dan antena merupan dua organ yang berfungsi
sebagai penerima rangsang. Selain untuk penerima rangsang antenna juga
berfungsi sebagai alat pencium. Alat mulut pada serangga terdiri dari bibir
atas, geraham pertama, geraham kedua, bibir bawah, dan lidah. Ada beberapa tipe
alat mulut diantaranya, tipe alat mulut pengunyah, tipe alat mulut penghisap,
dan lain-lain.
Bagian
thorax merupakan bagian yang berada diantara caput dan abdomen (tengah). Thorax
memiliki tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax, dan metathorax. Pada bagian
thorax memiliki sepasang tungkai, sedangkan pada bagian mesothorax dan
metathorax masing-masing memiliki sayap. Sayap dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa kepemilikan sayap, yaitu kelompok serangga bersayap (pterygota) dan
serangga dan tidak bersayap (apterygota). Permukaan atas dan bawah sayap
terbuat dari bahan kitin tipis.
Siklus
metamorphosis serangga secara sempurna dimulai dari: telur-larva-pupa-imago.
Sedangkan siklus metamorphosis tidak sempurna dimulai dari: telur-nimfa-imago.
Tiap ordo pada serangga ada yang mengalami metamorphosis secara sempurna dan
adapula yang mengalami secara tidak sempurna.
Fase
metamorphosis yang dialami kupu-kupu memiliki tipe mulut yang berbeda. Pada
saat fase larva tipe mulut kupu-kupu adalah tipe mulut penghisap, sedangkan
pada saat fase imago alat mulutnya menjadi tipe mulut penghisap. Kupu-kupu
dapat tumbuh berkembang ditempat yang banyak terdapat bunga. Kumbang memiliki
tipe mulut pengunyah dan termasuk kedalam tipe herbivore.
Belalang
kayu merupakan tipe herbivore tetapi ada sebagin ari mereka yang menjadi
predator. Belalang kayu memiliki tipe mulut pengunyah. Sayap yang dimiliki oleh
belalang kayu pada sayap depannya lebih keras dibandingkan dengan sayap bagian
belakang. Pada tawon dan lebah mereka miliki tipe mulut penghisap dan penusuk. Alat
mulut tersebut memudahkan mereka untuk mendapatkan sumber makanan.
Capung
memiliki tipe mulut pengunyah. Pada umumnya termasuk kedalam karnivora yang
memakan serangga kecil bahkan sebagian yang termasuk dalam ordo yang sama
seperti capung bersifat kanibal atau suka memakan sesama jenis.
Secara
kasat mata orang tidak dapat membedakan antara lebah dan tawon. Padahal lebah
dan tawon berbeda, meski mereka berbentuk sama. Lebah dan tawon memiliki tiga
bagian struktur tubuh yaitu kepala, thorax dan abdomen. Uniknya dari kedua
hewan ini adalah terletak pada jarak antara thorax dan abdomennya. Antara
thorax dan abdomen seperti memiliki jarak yang kecil sehingga terlihat terpisah
tenyata tidak terpisah. Kedua hewan ini pun memiliki sepasang antenna
dikepalanya.
Belalang
sembah atau banyak orang menyebutnya dengan cengcorang memiliki tubuh yang
cukup panjang. Belalang ini memiliki
tiga pasang kaki. Kaki yang depan terlihat seperti orang yang sedang
menyembah. Belalang ini memiliki tipe mulut pengunyah. Dia juga memiliki sayap
dan antenna.
Kumbang
memiliki tipe mulut pengunyah. Kumbang memiliki tiga bagian struktur mulai dari
kepala, thoraz, dan abdomen. Sayap kumbang sangat indah dan menawan karena
mereka banyak memiliki warna yang cerah. Ruas tubuhnya berbuku-buku dan
antenanya bersegmen. Kumbang bermetamorfosis secara sempurna.
Kepik
hijau merupakan jenis serangga yang dikatakan sebagai organism penggangu
tanaman. Keberadaan kepik hijau ini sangat meresahkan para petani karena
berpengaruh terhadap hadil produksi tanaman pertanian. Kepik hijau memiliki
sepasang antenna, bentuk tubuhnya telihat pipih tipis dan pada saat diam
sayapnya terlihat seperti perisai.
Lalat
buah hampir sama seperti lalat rumah. Warna yang dimiliki lalat buah lebih
menyala dibandingkan lalat rumah. Lalat buah memiliki tiga bagian struktuk
yaitu kepala, thorax dan abdomen. Lalat buah memiliki dua pasang sayap. Lalat
buah selain merugikan para petani, mereka juga merugikan kesehatan manusia.
Lalat buah yang hinggap pada buah bila termakan manusia akan menyebabkan sakit
pencernaan pada manusia.
BAB V
PENUTUP
5.1. Simpulan
Simpulan
dari praktikum yang sudah dilakukan praktikan mengetahui berbagai macam
serangga dengan berbeda ordo. Serangga adalah hewan yang teramsuk kedalam
kelompok utama hewan beruas Arthopoda yang memiliki tungkai enam atau tiga
pasang. Tidak semua serangga mengalami metamorphosis sempurna, adapula yang
mengalami secara tidak sempurna.
Keberadaan
serangga ada yang menguntungkan dan ada juga yang tidak menguntungkan.
Kebedaraan spesies serangga hampir 80% lebih banyak dibandingkan jenis hewan
lain, sehingga hewan jenis serangga ini dapat mudah berkebang biak. Struktur
tubuh serangga terbagi menjadi tiga, yaitu caput (kepala), thorax, dan abdomen.
Pada
kepala biasanya tempat menempelnya sepasang antenna dan mata. Antena berperan
sebagai alat perangsang. Pada thorax biasnya melakat beberapa pasang sayap dan
melekatnya kaki. Pada abdomen merupakan bagian perut juga terdapat kaki bagian
belakang.
5.2. Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya agar bisa dilakukan lebih
efektif dan efisien dalam pelaksaan praktikum dan lebih kondusif.
DAFTAR PUSTAKA
Purnomo,
Hari. 2010. Pengantar Pengendalian Hayati.
CV. ANDI OFFSET : Yogyakarta.
Pracaya.
2007. Hama dan Penyakit Tanaman.
Penebar Swadaya : Depok.
Tjahjadi,
Nur. 2008. Hama dan Penyakit Tanaman.
KANISIUS : Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar