Selasa, 17 November 2015

Laporan Praktikum Dasar-dasar Perlindungan Tanaman "Morfologi Serangga"



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Ilmu yang mempelajari segala bentuk peri kehidupan tentang serangga disebut dengan Entomologi. Serangga merupakan hewan yang tanpa tulang memiliki tetapi memiliki sayap yang terbukti memiliki spesies yang paling banyak diantara jenis hewan lainnya. Hampir 80 persen  jumlah spesies dimuka bumi ini mendominasi dibandingkan jumlah total hewan dibumi. Serangga tergolong kedalam Filum Arthopoda dan termasuk kedala kelas Ineskta. Dalam bahasa latin Arthopoda memiliki arti (Artha = ruas,buku, atau segmen ; podos = kaki), merupakan hewan yang memiliki cirri kai beruas, berbuku atau bersegmen. Ukuran tubuh serangga bervariasi, pada umumnya memiliki panjang 2-40 mm. Tubuh serangga terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).
Dalam kehidupan sehari-hari keberadaan serangga dilingkungan manusia ada yang memberikan dampak yang positif dan ada yang memeberikan dampak negative. Dampak positif yang diberikan dari keberadaan serangga adalah dapat membantu penyerbukan tanaman berbunga yang merupakan sumber makanan bagi hewan serangga lainnya dan membantu dalam dekomposisi tumbuhan dan hewan. Sedangkan, dampak negative yang diberikan dari keberadaan serangga sangat dialami oleh para petani yang lahan pertaniannya diserangi beberapa jenis serangga yang merusak tanamannya, seperti lalat buah, wereng coklat, belalang, kepik hijau, dan lain-lain.
1.2. Tujuan
Tujuan praktikum kali ini dilakukan agar praktikan mengetahui morfologi serangga secara umum.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Serangga
Serangga adalah hewan yang teramsuk kedalam kelompok utama hewan beruas Arthopoda yang memiliki tungkai enam atau tiga pasang. Dalam bahasa Yunani disebut Hexapoda yang artinya berkaki enam. Kajian ilmu yang mempelajari tentang kehidupan serangga disebut Entomologi. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Sebanyak 500 spesies bangsa capung (Ordata), 20.000 spesies bangsa belalang (Orthopetra), 170.000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan jenis lainnya (Diptera), 82.000 spesies bangsa kepik (Hempitera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleptera), dan 110.000 bangsa lebah dan smeut (Hymenoptera).
Serangga memiliki tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran tubuh serangga relative kecil. Pada umunya serangga mengalami metamorphosis sempurna, yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago. Ordo Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera adalah tipe ordo yang mengalami metamorphosis secara sempurna. Adapula yang disebut dengan metamorphosis tidak sempurna. Siklus tumbuh metamorphosis tidak sempurna dengan tahapan: telur, nimfa, dan imago. Pada siklus ini tidak terjadi tahapan larva.
2.2. Macam-macam Serangga
Pada praktikum Dasar-dasar Perlindungan Tanaman kali ini praktikan menggunakan beberapa macam serangga, diantaranya:


1.        Kupu-kupu
Kupu-kupu merupakan hewan jenis serangga yang tergolong subordo Rhopalocera yang biasa terbang disiang hari. Kupu-kupu memiliki antenna pada ujung kepalanya yang membesar. Pada waktu istirahat, kedudukan sayapnya tegak lurus dengan permukaan sebelah atas berhubungan (bersinggungan). Pada subordo ini terbagi menjadi dua, yaitu kupu-kupu (butterflies) dan skippers. Pada umumnya kupu-kupu ini memiliki perut yang langsing. Letak pangkal antena berdekatan dan ujungnya tidak membengkok. Kupu-kupu termasuk kedalam serangga yang mengalami metamorphosis secra sempurna, dengan siklur telur, larva, pupa, dan imago.
Ciri spesifik yang dimiliki oleh kupu-kupu adalah bagian tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu caput (kepala), thorax (dada), dan abdomen (perut. Pada setiap bagian kupu-kupu (kepala, dada, dan perut) tertutup lapisan lembut, berbulu halusdan berwana menyala. Ketiga bagian tubuh kupu-kupu tersebut memiliki fungsi masing-masing:
·         Kepala (caput)
Kepala kupu-kupu berbentuk bulat kecil yang menganban alat makan dan memiliki sensorik. Alat makan pada kupu-kupu dinamakan proboscis, sedangkan alat sensoriknya adalah sepasang antenna yang biasanya menebal pda bagian ujungnya. Bentuk mata kupu-kupu seperti belahan bola yang membengkak. Pada mata bagian atsa biasanya dinamakan mata majemuk.
·         Dada (thorax)
Dada merupakan bagian tengah tubuh pada kupu=kupu yang berfungsi untuk penggerak. Dan pada bagian dada pula tempat melekatnya kaki dan sayap. Thorax tersusun atas tiga segmen, yang tiap segmenya terdapat sepasang tungkai untuk berjalan dan berpegangan. Dua pasang sayap sayap terdapat pada mezothorax dan metathorax yaitu bagian kedua dan ketiga dari segmen dada. Pada beberapa jenis kupu-kupu sayap belakang mempunyai tornus (ekor).
·         Perut (abdomen)
Abdomen merupakn bagian yang lunak daripada kepala dan dada. Perut pada kupu-kupu memiliki tujuh (tujuh) atau 8 (delapan ) segmen yang mudah terlihat. Segmen ujung merupakan alat kelamin dari kupu-kupu, dimana pada jantan terdiri dari sepasang penjepit, sedangkan pada betina segmen tersebut berubah menjadi ovipositor (alat untuk meletakan telur).
2.        Belalang Sembah
Belalang sembah yang memiliki nama latin Mantis religiosa merupakan hewan yang bertindak sebagai predator yang efektif. Belalang sembah atau belalang sentandu adalah salah satu dari segelintir serangga yang dapat memutar kepalanya. Banyak sebutan dalam bahasa untuk jenis belalang sembah ini, seperti cengcorang (bahasa sunda atau betawi), walang kadung (bahasa jawa), dan mentadak (bahasa melayu).
Belalang sembah ini memiliki dua pasang sayap. Tubuhnya juga terbungkus eksoskleton yang melindungi system organ yang lunak bagian dalam. Bentuk lata mulutnya adalah tipe penguyah. Belalang sembah memiliki 3 (tiga) pasang kaki, dua pasang kaki belakang digunakan untuk berjalan dan satu pasangkai depan digunakan untuk menangkap mangsa. Belalang sembah ini merupakan serangga karnivora yang makan segala macam serangga dan bahakan bersifat kanibal.
3.        Belalang Kayu
Belalang kayu yang memiliki nama latin Valanga nigricornis merupakan salah serangga yang tergolong dalam hama. Belalang kayu terdapat didaerah yang musim keringnya tegas. Belalang kayu ini terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Warna tubuh belalang kayu ini abu-abu kecoklatan jika yang sudah dewasa, jika yang muda berwarna hijau. Memiliki 6 (enam) pasang kaki dan 2 (dua) pasang sayap. Sayap bawah pada dasarnya berwarna merah.
Belalang kayu ini memiliki tipe mulut penguyah-penggigit. Pada belalang kau ini mereka memiliki alat pendengaran yang disbut tympanum yang terletak pada abdomen dekat sayap. Belalang kayu ini bernafas dengan trakea.
4.        Tawon
Tawon adalah jenis serangga yang sangat mudah dikenal karena suka menyengat bila diganggu dan memiliki warna yang mecolok dari spesies lain. Bagian tawon terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu kepala, thorax dan abdomen. Tawon memiliki sepasang mata majemuk dan 3 (tiga buah mata oselus (mata sederhana) dipuncak kepalanya. Tawon juga memiliki antenna yang berbuku-buku yang digunakan untuk mendeteksi rangsangan kimia.
Tawon tidak memiliki kerangka dalam, namun tubuhnya ditutupi oleh cangkang luar yang disebut eksoskeleton. Pada tawon betina, sayap yang dimilikinya berwarna transparan. Tawon meruapakn jenis serngga yang sangat pintar sekali pada saat terbang. Pada umunya saat terbang tawon melipat kakinya. Tawon mengalami metamorphosis sempurna.
5.        Lebah
Lebah termasuk dalam kelas insekta dan tergolong dalam jenis serangga yang berdarah dingin, yakni hewan yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh perubahan suhu dilingkungannya. Lebah memiliki 3 (tiga) bagian, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Secara umum lebah bisa tumbuh diseluruh belahan bumi terkecuali di daerah kutub, karena didaerah kutub tidak terdapat tanaman yang menjadi sumber makanan bagi lebah. Pada daerah tropis lebah dapat berkembang biak dengan baik dan produktif.
Lebah ratu merupakan pemimpin koloni dan bertanggung jawab terhadap koloninya. Sedangkan lebah jantan berasal dari dari telur yang tidak dibuahi. Lebah ini berfungsi sebagai pemacek, pengawin ratu muda. Adapula lebah pekerja, lebah ini merupakan kelompok yang jumlahnya paling banyak dalam koloni. Lebah pekerja ini bersal dari sel telur yang dibuahi.
6.        Kepik hijau
Kepik hijau termasuk kedalam ordo Hemiptera memiliki nama latin Nezara viridula L merupakan jenis serangga yang dapat merusak tanaman. Kepik hijau ini  memiliki metamorphosis tipe yang sederhana dengan siklus: telu, nimfa, dan dewasa. Secara umum morfologinya tersusun atas caput, thorax, dan abdomen. Kepik hijau memiliki sayap depan yang keras, tebal, dan tanpa vena. Sedangkan sayap belakangnya membraneus dan terlipat dibawah sayap depan saat kondisi istirahat.
Kepik hijau memiliki tipe mulut menusuk dan menghisap yang muncul dari depan kepala yang dinamakan stylet. Tubuh yang dimiliki kepik hijau adalah pipih, kakinya yang pendek dan bentuk kepala yang terlihat membungkuk seperti melihat kebawah. Pada bagian kepalanya terdapat sepasang antenna, mata facet, dan occeli. Umumnya kepik hijau menyerang tanaman padi yang mengakibatkan bulir-bulir padi mejadi hampa atau kosong.
7.        Capung
Capung merupakan serangga yang termasuk kedalam ordo Odonata. Pada umumnya capung dapat tumbuh didaerah tropis. Di Indonesia terdapt 750 spesies capung yang sudah teridentifikasi dari 7000 spesies Odonata diselurh dunia. Capung juga merupakan predator bagi sesame serangga bahkan serangga hama tanaman padi. Capung ini memiliki tubuh yang langsing. Selain tubuhnya yang langsing, capungjuga memiliki 2 (dua) pasang sayap dan memiliki pembuluh darah jala.
Capung memiliki 3 (tiga) bagian struktur, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Tipe mulut yang dimiliki capung adalah tipe penguyah. Ca[ung memiliki mata majemuk yang besar. Abdomen pada capung berbentuk panajang dan langsing (ansori). Abdomen pada capung bersifat fleksibel dan memiliki 10 (sepuluh) ruas. Thorax pada capung relative kecil dan kompak (protoraks dan dua ruas toraks lainnya berukuran kecil). Capung memiliki tungkai yang relative pendek yang merupakan bentuk adaptasi untuk hinggap, menagkap mangsa, dan menahan mangsa.
8.        Lalat Buah
Lalat buah merupakan hama yang dapat dikatakan sangat merusaj jenis tanaman holtikurtura, khusunya tanaman sayur dan buah. Kerugian yang ditimbulkan dari serangan lalat buah ini adalah kerontokan pada beberapa buah muda atau yang belum matang, buah dan sayur menjadi busuk dan berisi belatung. Selain merugikan pada tanaman holtikultura, lalat buah juga merugikan pada manusia. Buah atau sayuran yang terkena hama lalat buah akan menyebarkan bakteri E.coli yang bisa menyebabkan penyakit pencernaan pada manusia.
Sama seperti pada umumnya lalat buah memiliki 3 (tiga) struktur bagian,yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Warna yang dimiliki lalat buah sangat bervariasi ada yang berwarna kuning cerah, oranye, hitam, coklat. Pada abdomenya terdapat pita-pita hotam, sedangkan pada thoraxnya terdapat bercak kekuning-kuningan. Pada sayap bagian ujungnya terdapat bercak-bercak coklat kekuningan.
9.        Kumbang
Kumbang termasuk dalam ordo Coleoptera yang berarti “sayap berlapis”. Pada umumnya kumbang mempunyai 2 (dua) pasang sayap yang bagian luar berbentuk keras disebut elytra untuk me;lindungi sayap bagian dalam serta tubuh bagian belakang pada kumbang. Kebanyak kumbang memliki sayap yang keras mengkilat dan memiliki warna yang menarik. Ruas tubuhnya berbuku-buku. Pada bagian aki depan dan belakangnya bergerigi dan keras. Kepalanya berukuran kecil dan membungkuk dengan sepsang antenna atau sungut.


BAB III
METODOLOGI

3.1. Wakatu dan Tempat
Praktikum Dasar-dasar Perlindungan Tananam dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 April 2014 pukul 07:00 sampai dengan selesai di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian UNTIRTA.
3.2. Alat dan Bahan
Alat:
1.      Pensil
2.      Kertas HVS
3.      Penghapus
4.      Pulpen
Bahan:
1.      Kupu-kupu
2.      Belalang sembah
3.      Belalang kayu
4.      Tawon
5.      Lebah
6.      Kepik hijau
7.      Capung
8.      Lalat buah
9.      Kumbang
3.3. Cara Kerja
1.        Siapakan kertas HVS, pensil dan penghapus.
2.        Gambar tiap serangga dengan rapih.
3.        Beri keterangan pada tiap gambar.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
1.    Kupu-kupu
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c9/Appias_libythea_M_050826_9779_tdp_resize.jpg/220px-Appias_libythea_M_050826_9779_tdp_resize.jpg
Klasifikasi Kupu-kupu
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera
Family: Nymphalidae
Genus: Danaus
Spesies: Danaus plexsippus
2.    Belalang Sembah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEamg_kAdQ85J_m6iZHHYiE2tr26YkmYewpfceVWRbcjkJp-JwbVhFlnEC67YigougjVoDvGshji9a1QW1Rguv1J63FwEgdOggNL1FFh8xNiPAyHYVUXXRjSp-clcmpacvkDPlGg3WsdM/s1600/untitled.JPG
Klasifikasi Belalang Sembah
Kingdom: Animalia
Sub Kingdom: Invertebrata
Filum: Athopoha
Kelas: Insecta
Ordo: Mantodea
Family: Mantidae
Genus: Mantis
Spesies: Mentis religoisa
3.        Belalang Kayu
http://1.bp.blogspot.com/-1Fdfgn2DX58/T9tUFpHgXBI/AAAAAAAAADE/vEaLdY_HGEo/s1600/medium.jpg
Klasifikasi Belalang Kayu
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Orthopetra
Family: Acrididae
Genus: Valanga
Spesies: Valanga nigricornis
4.        Tawon
http://static.panoramio.com/photos/large/69059290.jpg
Klasifikasi Tawon
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: insecta
Ordo: Hymenoptera
Family: Vespidae
Genus: Vespa
Spesies: Vespa orientalis
5.        Lebah
http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2010/10/Honey_Bee_BTA_092708_074.jpg
Klasifikasi Lebah
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: insecta
Ordo: Hymenoptera
Family: Apidae
Genus: Apis
Spesies: Apis indica
6.        Kepik Hijau
http://blog.ub.ac.id/proteksitanaman/files/2012/09/kepik-hijau-Nezara-viridula.jpg
Klasifikasi Kepik hijau
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hemiptera
Family: Pentatomidae
Genus: Nezara
Spesies: Nezara viridula
7.        Capung
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4vAPbBlyA-DeQcew6qJ9R3tq2JfUE8fabCYswvzd8ht-MjWSo9Q

Klasifikasi Capung
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Odonata
Family: Libellulidae
Genus: Libelulla
Spesies: Despressa
8.        Lalat buah
http://denblangkon.files.wordpress.com/2012/10/fig-1.jpg
Klasifikasi Lalat buah
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Diptera
Family: Drosophilidae
Genus: Drosophila
Spesies: Drosophila melanogaster
9.        Kumbang
http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2009/02/kumbang-123.jpg
Klasifikasi kumbang
Kingdom: Animalia
Filum: Arthopoda
Kelas: Insecta
Ordo: Coleptera
Family:
Genus:
Spesies:
4.2. Pembahasan
Dari kegiatan praktikum yang sudah dilakukan, praktikan mengetahui morfologi serangga secara umum. Serangga memiliki tiga bagian struktur, yaitu caput (kepala), thorax, dan abdomen. Pada bagian struktur memiliki fungsi yang berbeda-beda.  Bagian caput adalah bagian terdepan yang ada pada bagian tubuh serangga. Bagian ini biasanya terdapat mata, alat pengunyah, antena. Pada serangga terdapat dua jenis mata, yaitu mata tunggal dan majemuk. Mata tunggal dan antena merupan dua organ yang berfungsi sebagai penerima rangsang. Selain untuk penerima rangsang antenna juga berfungsi sebagai alat pencium. Alat mulut pada serangga terdiri dari bibir atas, geraham pertama, geraham kedua, bibir bawah, dan lidah. Ada beberapa tipe alat mulut diantaranya, tipe alat mulut pengunyah, tipe alat mulut penghisap, dan lain-lain.
Bagian thorax merupakan bagian yang berada diantara caput dan abdomen (tengah). Thorax memiliki tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax, dan metathorax. Pada bagian thorax memiliki sepasang tungkai, sedangkan pada bagian mesothorax dan metathorax masing-masing memiliki sayap. Sayap dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kepemilikan sayap, yaitu kelompok serangga bersayap (pterygota) dan serangga dan tidak bersayap (apterygota). Permukaan atas dan bawah sayap terbuat dari bahan kitin tipis.
Siklus metamorphosis serangga secara sempurna dimulai dari: telur-larva-pupa-imago. Sedangkan siklus metamorphosis tidak sempurna dimulai dari: telur-nimfa-imago. Tiap ordo pada serangga ada yang mengalami metamorphosis secara sempurna dan adapula yang mengalami secara tidak sempurna.
Fase metamorphosis yang dialami kupu-kupu memiliki tipe mulut yang berbeda. Pada saat fase larva tipe mulut kupu-kupu adalah tipe mulut penghisap, sedangkan pada saat fase imago alat mulutnya menjadi tipe mulut penghisap. Kupu-kupu dapat tumbuh berkembang ditempat yang banyak terdapat bunga. Kumbang memiliki tipe mulut pengunyah dan termasuk kedalam tipe herbivore.
Belalang kayu merupakan tipe herbivore tetapi ada sebagin ari mereka yang menjadi predator. Belalang kayu memiliki tipe mulut pengunyah. Sayap yang dimiliki oleh belalang kayu pada sayap depannya lebih keras dibandingkan dengan sayap bagian belakang. Pada tawon dan lebah mereka miliki tipe mulut penghisap dan penusuk. Alat mulut tersebut memudahkan mereka untuk mendapatkan sumber makanan.
Capung memiliki tipe mulut pengunyah. Pada umumnya termasuk kedalam karnivora yang memakan serangga kecil bahkan sebagian yang termasuk dalam ordo yang sama seperti capung bersifat kanibal atau suka memakan sesama jenis.
Secara kasat mata orang tidak dapat membedakan antara lebah dan tawon. Padahal lebah dan tawon berbeda, meski mereka berbentuk sama. Lebah dan tawon memiliki tiga bagian struktur tubuh yaitu kepala, thorax dan abdomen. Uniknya dari kedua hewan ini adalah terletak pada jarak antara thorax dan abdomennya. Antara thorax dan abdomen seperti memiliki jarak yang kecil sehingga terlihat terpisah tenyata tidak terpisah. Kedua hewan ini pun memiliki sepasang antenna dikepalanya.
Belalang sembah atau banyak orang menyebutnya dengan cengcorang memiliki tubuh yang cukup panjang. Belalang ini memiliki  tiga pasang kaki. Kaki yang depan terlihat seperti orang yang sedang menyembah. Belalang ini memiliki tipe mulut pengunyah. Dia juga memiliki sayap dan antenna.
Kumbang memiliki tipe mulut pengunyah. Kumbang memiliki tiga bagian struktur mulai dari kepala, thoraz, dan abdomen. Sayap kumbang sangat indah dan menawan karena mereka banyak memiliki warna yang cerah. Ruas tubuhnya berbuku-buku dan antenanya bersegmen. Kumbang bermetamorfosis secara sempurna.
Kepik hijau merupakan jenis serangga yang dikatakan sebagai organism penggangu tanaman. Keberadaan kepik hijau ini sangat meresahkan para petani karena berpengaruh terhadap hadil produksi tanaman pertanian. Kepik hijau memiliki sepasang antenna, bentuk tubuhnya telihat pipih tipis dan pada saat diam sayapnya terlihat seperti perisai.
Lalat buah hampir sama seperti lalat rumah. Warna yang dimiliki lalat buah lebih menyala dibandingkan lalat rumah. Lalat buah memiliki tiga bagian struktuk yaitu kepala, thorax dan abdomen. Lalat buah memiliki dua pasang sayap. Lalat buah selain merugikan para petani, mereka juga merugikan kesehatan manusia. Lalat buah yang hinggap pada buah bila termakan manusia akan menyebabkan sakit pencernaan pada manusia.

BAB V
PENUTUP

5.1. Simpulan
Simpulan dari praktikum yang sudah dilakukan praktikan mengetahui berbagai macam serangga dengan berbeda ordo. Serangga adalah hewan yang teramsuk kedalam kelompok utama hewan beruas Arthopoda yang memiliki tungkai enam atau tiga pasang. Tidak semua serangga mengalami metamorphosis sempurna, adapula yang mengalami secara tidak sempurna.
Keberadaan serangga ada yang menguntungkan dan ada juga yang tidak menguntungkan. Kebedaraan spesies serangga hampir 80% lebih banyak dibandingkan jenis hewan lain, sehingga hewan jenis serangga ini dapat mudah berkebang biak. Struktur tubuh serangga terbagi menjadi tiga, yaitu caput (kepala), thorax, dan abdomen.
Pada kepala biasanya tempat menempelnya sepasang antenna dan mata. Antena berperan sebagai alat perangsang. Pada thorax biasnya melakat beberapa pasang sayap dan melekatnya kaki. Pada abdomen merupakan bagian perut juga terdapat kaki bagian belakang.
5.2. Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya agar bisa dilakukan lebih efektif dan efisien dalam pelaksaan praktikum dan lebih kondusif.




DAFTAR PUSTAKA

Purnomo, Hari. 2010. Pengantar Pengendalian Hayati. CV. ANDI OFFSET : Yogyakarta.
Pracaya. 2007. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya : Depok.
Tjahjadi, Nur. 2008. Hama dan Penyakit Tanaman. KANISIUS : Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar