Kamis, 22 Januari 2015

Laporan Praktikum Klimatologi Pertanian "RUMUS EMPIRIS DALAM PERKIRAAN ANASIR IKLIM"



LAPORAN PRAKTIKUM
KLIMATOLOGI PERTANIAN
“RUMUS EMPIRIS DALAM PERKIRAAN ANASIR IKLIM”
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mata Kuliah Klimatologi Pertanian

 
Disusun oleh:
                                                Nama               :Restu Sucipa
                                                NIM                : 4442130319
                                                Kelas               : 3A
                                                Kelompok       : 2 (dua)

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
SERANG – BANTEN
2014




BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Iklim merupakan karakteristik cuaca pada suatu wilayah yang didasarkan atas data yang terkumpul selama kurun waktu yang lama (sekitar 30 tahun). Klimatologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang iklim. Menelaah tentang karakteristik iklim antar wilayah. Kajiannya ditekankan pada aras rata-rata dari unsur-unsur iklim yang menjadi ciri dari suatu wilayah. Sedangakan cuaca adalah kondisi atmosfer yang dinamis, dan dapat berubah-ubah dalam waktu yang singkat (dalam hari/jam).
Metode statistik dan persamaan matematika dapat juga dimanfaatkan dalam agroklimatologi untuk mempermudah dalam menelaah sifat-sifat iklim yang kompleks. Dengan analisis statistik dan matematik data dapat disederhanakan, ciri-ciri unsur iklim dapat dipelajari dan dianalisis sehingga mempermudah penelaahan informasi yang terkandung dalam data.
Dari manfaat penggunaan analisis statistik tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan ketepatan dalam peramalan yang akhirnya akan dapat menyediakan informasi iklim yang lengkap dan akurat.
1.2. Tujuan
Tujuan praktikum kali ini adalah agar praktikan dapat memperkirakan salah satu data anasir iklim berdasarkan data meteorology yang tersedia.




BAB II
TINJAUN PUSTAKA

Iklim adalah karakteristik cuaca pada suatu wilayah yang didasarkan atas data yang terkumpul selama kurun waktu yang lama (sekitar 30 tahun). Klimatologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang iklim. Menelaah tentang karakteristik iklim antar wilayah. Kajiannya ditekankan pada aras rata-rata dari unsur-unsur iklim yang menjadi ciri dari suatu wilayah. Cuaca pada dasarnya merupakan kondisi atmosfer yang dinamis yang kapan saja bisa mengalami perubahan.
Dalam pengamatan data iklim, perlu diperhatikan tentang macam dan kondisi alat, cara pencatatan, waktu pengamatan, dan tata letak atau lay out alat-alat yang digunakan, sehingga dapat mewakili kondisi fisik lingkungan.
Dalam agroklimatologi terdapat beberapa peralatan yang digunakan dalam proses mengetahui unsure-unsur iklim. Metode statistik dan persamaan matematika dapat juga dimanfaatkan dalam agroklimatologi untuk mempermudah dalam menelaah sifat-sifat iklim yang kompleks. Dengan analisis statistik dan matematik data dapat disederhanakan, ciri-ciri unsur iklim dapat dipelajari dan dianalisis sehingga mempermudah penelaahan informasi yang terkandung dalam data.
Setiap masalah dalam meteorology dan klimatologi dapat dianalisis dengan menggunakan suatu model dapat berupa konsepsi mental, hubungan empirik atau kumpulan pernyataan-pernyataan matematik statistik. Model-model dalam meteorologi  umumnya dapat dikelompokkan dalam model-model deterministik, parametrik, stokastik atau kombinasinya.
Pembagian menjadi kelompok-kelompok tersebut tidak selalu dapat  dilakukan dengan tegas , kita dapat membayangkan model-model sebagai tersusun dari berbagai komponen yang masing-masing seolah-olah merupakan sebuah titik dalam suatu spectrum kontinu tipe yang satu hingga stokastik murni pada ujung lain.
Salah satu hal yang penting untuk memperkirakan unsure cuaca pada satu wilayah yang mempunyai data terbatas adalah dengan menggunakan rumus empiris. Rumus empiris ini biasanya digunakan pada satu wilayah belum bisa mengelola data meteorology yang mungkin dan bahkan terjadi di lingkungan Kabupaten atau Kecamatan.
Oleh karena itu semua hubungan antar unsure cuaca yang satu dengan yang lainnya adalah data yang sangat penting untuk memperkirakan salah satu data meteorology apabila data tersebut belum diamati.
Ada beberapa macam rumus empiris, diantaranya adalah:
1.        Rumus empiris prosentase lama penyinaran bulanan berdasarkan jumlah air hujan bulanan.

 

Dimana:
S = prosentase lama penyinaran bulanan.
2.        Rumus empiris untuk menentukan energy radiasi matahari
Banyak stasiun meteorology hanya mencatat panjang lama penyinaran matahari dan radiasi serta jumlah penyinaran matahari. Angstrom menyatakan hibungan dengan kedua variabel tersebut sebagai berikut:
Dimana:
·         I : energy radiasi matahari sampai dibumi (cal/cm2)
·         I0 : energy radiasi matahari pada puncak atmosfer (cal/cm2)
·         n : jumlah jam penyinaran matahari actual (jam)
·         N : panjang penyinaran matahari (jam).
·         a dan b : konstanta. Untu daerah Tropis (a) = 0,23 dan (b) = 0,48 dan akan berubah sesuai dengan latitude dan massa udara daerah tersebut.
3.        Rumus empiris untuk menentukan tekanan uap air berdasarkan wet bulb dan dry bulb:
Dimana:
·         Ed = tekanan uap air dari udara (mbar)
·         Es = tekanan uap jenih pada wet bulb temperature (mbar)
·         P = tekanan udara (°C)
·         Ta = dry bulb temperature (°C)
·         Tw = wet bulb temperature (°C)








BAB III
METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Klimatologi dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Oktober 2014 pukul 07:30 sampai dengan selesai di Ruang Belajar Gedung A lantai 2, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
3.2. Alat dan Bahan
Alat:
1.      Alat tulis
2.      Buku tulis
3.      Kalkulator
Bahan:
1.      Data lama penyinaran
2.      Data energy radiasi matahari
3.      Data RH dari tekanan uap berdasarkan wb dan db
4.      Data klimatologi
3.3. Prosedur Kerja
1.      Siapkan alat tulis, buku tulis, dan kalkulator.
2.      Hitung lama penyinaran menggunakan rumus empirisnya dengan bantuan kalkulator.
3.      Hitung data untuk energy radiasi matahari menggunakan rumus empirisnya dengan bantuan kalkulator.
4.      Hitung data untuk mencari RH dari tekanan uap berdasarkan wb dan db menggunakan kalkulator.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
4.1.1. Hasil Lama Penyinaran Bulanan Berdasarkan Jumlah Hari Hujan Bulanan.
BULAN
JUMLAH HARI PERHUJAN
% PENYINARAN HASIL PENGAMATAN
% PENYINARAN PERHITUNGAN
Januari
25
45,9
33,75 %
Februari
29
43,1
47,25 %
Maret
18
59,5
49,55%
April
11
60,0
65,25 %
Mei
4
63,9
81 %
Juni
2
61,9
85,5 %
Juli
1
64,4
87,75 %
Agustus
5
88,1
78,75 %
September
0
72,3
90 %
Oktober
14
46,9
58,5 %
November
18
45,3
49,5 %
Desember
19
57,8
47,25 %
Tabel. 4.1.1.1. Hasil Penyinaran Bulanan Berdasarkan Jumlah Hari Hujan Bulanan.
4.1.2. Menentukan Energi Radiasi Matahari
Tgl / Mei
Io
A
B
n/N
I (Kal/cm2/hari)
1
822
0,230
0,480
0,98
616,65
2
822
0,230
0,480
0,95
554,43
4
822
0,230
0,480
0,76
443,55
3
822
0,230
0,480
1,00
583,62
5
822
0,230
0,480
0,50
291,81
6
822
0,230
0,480
0,50
291,81
7
822
0,230
0,480
0,90
525,25
8
822
0,230
0,480
0,75
437,715
9
822
0,230
0,480
0,80
466,89
10
822
0,230
0,480
0,90
525,25
11
822
0,230
0,480
1,00
583,62
12
822
0,230
0,480
0,90
525,25
13
822
0,230
0,480
0,90
525,25
14
822
0,230
0,480
0,70
437,71
15
822
0,230
0,480
0,20
116,72
16
822
0,230
0,480
0,70
408,534
17
822
0,230
0,480
0,85
496,07
18
822
0,230
0,480
0,70
408,53
19
822
0,230
0,480
0,90
525,25
20
822
0,230
0,480
0,70
408,53
21
822
0,230
0,480
0,90
525,25
22
822
0,230
0,480
0,70
408,53
23
822
0,230
0,480
0,75
437,71
24
822
0,230
0,480
1,00
583,62
25
822
0,230
0,480
1,00
583,62
26
822
0,230
0,480
0,85
496,07
27
822
0,230
0,480
1,00
583,62
28
822
0,230
0,480
1,00
583,62
29
822
0,230
0,480
0,80
466,89
30
822
0,230
0,480
1,00
583,62
31
822
0,230
0,480
0,50
291,81
Tabel 4.1.2.1. Tabel Hasil Perhitungan Energi Radiasi Mataahari


4.1.3. Tabel untuk Mencari Nilai Io
Waktu / lintang
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agu
Sep
Okt
Nov
Des
881
904
992
899
862
828
824
855
912
913
898
869
10° LS
964
997
908
849
783
728
725
776
897
937
954
961
Tabel 4.1.3.1
4.1.4.  Tabel untuk mencari RH dari tekana uap berdasarkan wb dan db
·         Untuk  mencari nilai P. nilai P dicari pada ketinggian 137 m dengan interpolasi
No.
Tinggi (m)
Tekanan (mbar)
1.
3048
995
2.
137
?
3.
0
1013,2

·         Untuk mencari nilai Ed
Ed = es – 0,000660 x P x (Ta.Tw) x (1+0,00115xTw)
·         Untuk mencari RH
RH = ed/es x 100%
·         Tabel yang digunakan untuk mencari Es
Nilai Es pada berbagai suhu
°C
0
5
10
20
25
30
Es
6,11
8,72
12,27
23,67
31,67
42,43

Tgl Mei
Ta (°C)
Tw (°C)
P (mbar)
Es (mbar)
Ed (mbra)
RH (%)
RH *
1
25.300
21.100
987
23,19
20,38
87,90
78
2
25.300
21.100
987
23,19
20,33
87,36
78
3
25.400
21.100
987
23,27
20,29
87,34
74
4
25.400
24.200
987
32,01
31,19
97,44
80
5
26.600
23.800
987
32,19
30,27
94,03
84
6
27.500
23,800
987
32,19
29,65
92,11
80
7
27.600
25.000
987
31,67
29,88
94,35
79
8
27.800
25.600
987
31,41
29,89
95,16
81
9
28.400
25.000
987
31,67
29,33
92,61
82
10
27.500
23.200
987
22,39
19,44
86,82
86
11
26.800
23.400
987
22,31
19,98
89,56
80
12
26.800
24.000
987
32,10
30,18
94,02
82
13
27.500
25.200
987
31,58
29,99
94,96
82
14
27.900
24.800
987
31,76
29,63
93,29
80
15
26.800
23.000
987
22,47
19,86
88,38
84
16
26.500
22.400
987
22,71
19,89
87,58
82
17
25.900
20.800
987
23,35
19,86
87,45
78
18
25.100
21.000
987
23,27
20,46
87,92
78
19
25.700
22.000
987
22,87
20,34
87,41
75
20
26.800
21.600
987
23,03
19,06
82,76
76
21
26.500
24.200
987
32,01
30,43
95,06
75
22
27.500
24.200
987
32,01
29,74
92,91
79
23
27.600
23.000
987
22,47
19,32
85,98
74
24
26.800
23.600
987
22,23
20,03
90,10
75
25
27.300
24.400
987
31,93
29,91
93,67
75
26
27.400
23.800
987
32,19
29,72
92,32
75
27
27.000
23.800
987
32,19
29,99
93,16
79
28
27.300
24.600
987
31,84
29,99
94,19
79
29
27.600
24.000
987
32,10
29,29
90,99
76
30
27.100
23.600
987
22,23
19,42
87,36
75
31
26.700
23.800
987
32,19
29,72
92,33
80


4.2. Pembahasan
Dari hasil praktikum yang sudah dilakuakn, praktikan jadi mengetahui kegunaan rumus empiris dalam dunia klimatologi maupun dalam agroklimatologi. Rumus empiris merupakan salah satu hal yang penting yang digunakan untuk memperkirakan unsure cuaca dari suatu wilayah yang dimana wilayah tersebut tidak mempunyai alat-alat kliamtologi maupun agroklimatologi.
Kegunaan rumus empiris ini merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mendapatkan data anasir iklim berdasarkan data meteorology yang sudah tersedia. Oleh karena itu hubungan antara cuaca yang satu dengan cuaca yang lainnya sangat penting untuk memperkirakan salah satu data meteorology apabila data tersebut belum diamati.
Selain itu, menggunakan rumus empiris dapat mempermudahkan bagi para pengguna data meteorology yang tidak memiliki alat-alat klimatologi secara lengkap. Data meteorology yang didapatkan dari cara perhitungan menggunakan rumus empiris merupakan data yang penting bagi para pengguana data meteorology yang tidak tersedia alat klimatologi yang lengkap.
Ada beberapa rumus empiris yang  digunakan dalam kegiatan perkiraan anasir data, diantaranya rumus empiris prosentase lama penyinaran bulanan berdasarkan jumlah hujan bulanan. Rumus empiris ini digunakan untuk mengetahui penyinaran bulanan berdasarkan jumlah hujan bulanan. Dengan rumus tersebut, kita jadi dapat mengtahui lamanya penyinaran dalam satuan persen (%). Hasil lama penyinaran kita dapatkan dengan cara menggunakan rumus Dimana S adalah prosentase lama penyinaran bulanan, dan HH adalah hari hujan.
Dengan menggunakan rumus tersebut, kita dapat mengtahui berapa jumlah prosentase lama penyinaran perhitungan matahari. Hasil yang didapatkan berbeda prosentase penyinaran yang berdasarkan pengamatan. Perbedaan ini terjadi karena kita hanya menggunakan acuan rumus sebagai penduga bahawa prosentase lama penyinaran, sedangkan hasil pengamatan terbukti karena dilalukan langsung dengan pengamatan dilapangan. Selian itu, faktor yang mempengaruhi prosentase penyinaran perhitungan bisa dikarekan berbedanya jumlah hari hujan pada masing-masing bulan.
Selain rumus empiris prosentase lama penyinaran bulanan, ada pula rumus empiris yang digunakan yaitu, rumus empiris untuk menentukan energy radiasi matahari. Rumus empiris ini digunakan untuk menentukan energy radiasi matahari. Banyak stasiun meteorology yang hanya mencatat panjang penyinaran metahari dan radiasi serta jumlah penyinaran mataharinya saja. Angstrom menyatakan hubungan kedua variabel tersebut dengan .
Dimana I adalah energy radiasi matahari yang samapai kebumi (cal/cam2), Io adalah energy matahari yang sampai puncak atmosfer (cal/cam2), n adalah jumlah jam penyinaran matahari aktual (jam), N adalah panjang penyinaran matahari (jam), sedangkan a dan b merupakan sebuah konstanta bagi daerah Tropis a = 0,23 dan Tropis b = 0,48. Nilai konstanta ini dapat berubah sesuai dengan latitude dan massa udara daerah tersebut.
Dalam menggunakan rumus empiris ini, kita terlebih dahulu mencari nilai Io yang sesuai dengan tanggal dan bulan yang sudah ditentukan. Jika nilai Io sudah ditemukan akan mudah bagi kita mengtahui nila I (energy radiasi matahari yang sampai kebumi).
Data hasil yang didapatkan berbeda-beda karena dipengarahi oleh faktor berbedanya nilai yang jumlah jam penyinaran matahari aktula dan panjang penyinrana matahari pada tiap harinya. Ini jelas membuat hasil yang didapatkan berbeda. Selain itu faktor yang mempengaruhi juga ada suhu udara. Jika suhu udara berbeda dipermukaan berbeda maka akan membuat jam penyinaran dan jumlah penyinaran semakin besar. Selian itu kelembaban juga dapat mempengaruhi energy radiasi matahari.
Bukan hanya faktor yang sudah disebutkan diatas hasil perhitungan dan hasil pengamatan berbeda, faktor lain yang mempengaruhi adalah data yang kami gunakan dalam rumus empiris ini merupakan data yang digunakan sebagai penduga untuk mengtahui hasilnya dengan menggunakan rumus empiris tanpa melakukan pengamatan dilapangan. Sedangkan data yang dihasilkan dari hasil pengamatan merupakan data yang benar-benar diperoleh dari pengamatan dilapangan sehingga membuat hasil dari perhitungan dan pengamatan berbeda.
Rumus empiris untuk mementukan tekana uap air berdasarkan wet bulb dan dry bulb juga digunakan dalam perkiraan anasir iklim. Dengan rumus ini kita dapat mengetahui tekana uap dalam perkiraan anasir iklim. Bisa dikatakan jumlah wey bulb dan dry buld salah satu faktor yang dapat  mempengaruhi pada tekanan uap air. Penggunaan rumus empiris yang dilakukan pada saat praktikum kami hanya digunakan sebagai penduga atau perhitungan saja sedangkan data hasil pengamatan merupakan merupakan data yang didapatkan sesuai dengan yang terjadi dilapangan.
Satuan pada wet bulb dan dry bulb yaitu °C. selain itu hasil pengamatan berbeda juga dipengaruhi nilai yang dihasilkan dari tekakan udara, tekakan uap jenuh, dan tekanan uap air diudara.












BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Iklim adalah karakteristik cuaca pada suatu wilayah yang didasarkan atas data yang terkumpul selama kurun waktu yang lama (sekitar 30 tahun). Klimatologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang iklim. Menelaah tentang karakteristik iklim antar wilayah. Kajiannya ditekankan pada aras rata-rata dari unsur-unsur iklim yang menjadi ciri dari suatu wilayah.
Salah satu hal yang penting untuk memperkirakan unsure cuaca pada satu wilayah yang mempunyai data terbatas adalah dengan menggunakan rumus empiris. Rumus empiris ini biasanya digunakan pada satu wilayah belum bisa mengelola data meteorology yang mungkin dan bahkan terjadi di lingkungan Kabupaten atau Kecamatan.
Rumus empiris yang digunakan dalam perikiraan anasir iklim diantaranya adalah rumus empiris prosentase lama penyinaran bulanan berdasrkan jumlah hari hujan bulanan, rumus empiris untuk menentukan energy radiasi matahari, dan rumus untuk menentukan tekanan uap air berdasarkan wet bulb dan dry bulb.
Perbedaan hasil perhitungan dengan hasil pengamatan bisa dikarena faktor pada tiap unsure rumus empiris yang digunakan, dan bisa juga terjadi karena rumus yang kami gunakan adalah hanya sebagai penduga seberapa besar hasil dari tiap perhitungan yang didapatkan dengan menggunakan rumus empiris. Sedangkan hasil pengamatan  merupakan hasil yang benar-benar menggunakan rumus empiris yang diabntu  dengan data-data hasil pengamatan dilapangan sehingga berbeda dengan hasil perhitungan tanpa melakukan pengamatan dilapangan.


5.2. Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya diharapkan dapat berjalan dengan lancar, efektif, efisien dan kondusif seperti yang sudah dilakukan pada praktikum sebelumnya.
















DAFTAR PUSTAKA

Benyamin, Lakitan. 1994 Dasar-dasar Klimatologi. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Guslim. 2009. Agroklimatologi. USU Press. Medan.
Ritawati, Sri. dkk. 2013. Petunjuk Praktikum Klimatologi Pertanian Fakultas Pertanian. UNTIRTA : Banten.
Sarwani, Aris . 2013. http://ries091.blogspot.com/2012/10/laporan-praktikum-agroklimatologi-acara.html (diakes pada hari Rabu tanggal 5 November 2014).














LAMPIRAN

Perhitungan I dan Io
Perhitungan Es dan Ed (mbar)
Perhitngan RH dan Lama penyinaran