Selasa, 17 November 2015

Laporan Praktikum Botani dan Sistematika Tanaman "MORFOLOGI BUNGA"



I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Struktur berkaitan dengan morfologi dan anatomi. Nama morfologi dipakai diberbagia macam cabang ilmu. Secara harfiah, morfologi berarti pengethaun tentang bentuk (morpos). Jadi, morfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk organisme pada hewan maupun tumbuhan, serta mencakup bagian-bagiannya.
Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual, dengan begitu keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan diklasifikasikan serta diberi nama yang tepat untuk setiap kelompok yang terbentuk, ilmu yang mempelajari klasifikasi serta pemberian nama tumbuhan adalah taksonomi tumbuhan.
Tumbuhan yang ada dimuka bumi ini banyak sekali jenisnya. Setiap jenis tumbuhan itu memiliki struktur yang berbeda-beda. Begitu juga dengan organ tumbuhan, seperti akar, batang, daun dan bunga yang memiliki struktur yang berbeda-beda.
Bunga adalah pucuk yang termodifikasi, disebut demikian karena menunjukan beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. Bunga dianggap ranting yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang merapat dan memiliki bentuk khas sesuai fungsinya. Bunga merupakan bagian organ yang berbentuk sangat bervariasi. Bunga dikatakan sempurna jika dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari (kedua sel gamet. Bunga juga dikatakan lengkap jika terdapat bagian lainnya seperti kepala putik, tangkai putik, bakal buah, kepala sari, tangkai sari, mahkota, kelopak, dasar bunga dan tangkai bunga.
1.2. Tujuan
1.      Agar mahasiswa mampu mengetahui bagian-bagian bunga.
2.      Agar mahasiswa mampu mengetahui dan menghitung rumus bunga.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Morfologi Bunga
Alat perkembangbiakan pada tumbuhan dibedakan dalam dua golongan, yaitu yang bersifat vegetatif dan generatif. Alat perkembangan generatif tersebut bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga.
Bunga (flos) adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga divisi Magnoliophyta atau Angiospermae. Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik.
Bunga adalah pucuk yang termodifikasi, disebut demikian karena menunjukan beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. Bunga dianggap ranting yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang merapat dan memiliki bentuk khas sesuai fungsinya. Bunga merupakan bagian organ yang berbentuk sangat bervariasi.
Bunga dikatakan sempurna jika dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari (kedua sel gamet. Bunga juga dikatakan lengkap jika terdapat bagian lainnya seperti kepala putik, tangkai putik, bakal buah, kepala sari, tangkai sari, mahkota, kelopak, dasar bunga dan tangkai bunga.
Bagian-bagian pada suatu bunga lazimnya dibedakan atas:
A.    Bagian-bagian yang bersifat batang atau cabang yaitu:
·         Ibu tangkai bunga (pedunculus)
·         Tangkai bunga (pedicellus)
·         Dasar bunga (receptakulum)
B.       Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, yaitu:
·         Daun-daun pelindung (bractea)
·         Daun tangkai (bracteola)
·         Seludang bunga (spatha)
·         Daun-daun pembalut (bractea involucralis)
·         Kelopak tambahan (epicalyx)
·         Daun-daun kelopak (sepal)
·         Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petal)
·         Daun-daun tenda bunga (tepal)
·         Benang-benang sari (stamen)
·         Daun-daun buah (carpella)

Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian berikut:
a.         Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau, yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa ke bunga.
b.        Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek. Sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran.
c.         Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang-tulang atau urat-urat yang masih jelas. Biasanya hiasan bunga dapat dibedakan dalam dua bagian yang masing-masing duduk dalam satu lingkaran. Jadi bagian bagian hiasan itu umumnya tersusun dalam dua lingkaran:
·         Kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yang melingdungi kuncup tadi terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak (sepala). Daun-daun kelopak pada bunga dapat berlekatan satu sama lain, dapat pula terpisah-pisah.
·         Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran  dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya merupakan warna bunga. Mahkota bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (petala), yang seperti halnya dengan daun-daun kelopak dapat berlekatan atau tidak.
d.        Alat-alat kelamin jantan (androcium): bagian ini sesungguhnya juga merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari. Pada bunga benag-benang sarinya dapat pula bebas atau berdekatan. Ada yang tersusun dalam satu lingkaran ada pula yang dalam dua lingkaran. Bahwa bagian ini merupakan penjelmaan daun. Masih dapat terlihat misalnya pada bunga tasbih (Canna hybrid Hort). Yang benag sari nya yang mandul berbentuk lembaran-lembaran menyerupai  daun-daun mahkota.
e.         Alat-alat kelamin betina (gynaecium), yang pada bunga merupakan bagian yang biasanya disebut putik, juga putik terdiri atas metamorfosis daun yang disebut daun buah. Pada bunga dapat ditemukan satu atau beberapa putik, dan setiap putik dapat terdiri atas beberapa daun buah, tetapi dapat pula hanya terdiri atas satu daun buah. Kalau ada beberapa daun buah, maka biasanya semuanya akan tersusun sebagai lingkaran bagian-bagian bunga terakhir.
Melihat  bagian-bagian yang terdapat pada bunga (tangkai dan dasar bunganya tidak diperhitungkan), maka bunga dapat dibedakan dalam bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.
Bunga lengkap atau bunga atau bunga sempurna (flos completusl), yang dapat terdiri atas: 1 lingkaran daun-daun kelopak, 1 lingkaran daun-daun mahkota, 1 atau 2 lingkaran benang-benang sari dan satu lingkaran daun-daun buah. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam 4 lingkaran dikatakan: bersifat tetrasiklik, dan jika bagian-bagiannya tersusun dalam 5 lingkaran: pentasiklik.
Bunga tidak lengkap atau bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos incompompletes), jika salah satu bagian hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada. Jika bunga tidak mempunyai hiasan bunga itu deisebut telanjang (nudus), jika hanya mempunyai salah satu dari kedua macam alat kelaminnya, dinamakan berkelamin tunggal (unisexual).
Bunga biasanya memiliki dua macam alat kelamin. Alat-alat kelamin itulah yang sesungguhnya merupakan bagian bunga terpenting. Adanya alat-alat tersebut dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan atau calon tumbuhan baru.

Alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga berbeda-beda, diantaranya adalah:
a.         Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga, yang padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina). Bunga ini seringkali dinamakan pula bunga sempurna atau bunga lengkap, karena biasanya pun jelas mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas kelopak dan mahkota, misalnya bunga terung (solanum melongena L).
b.        Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat salah satu dari kedua macam alat kelaminnya. Berdasarkan alat kelamin yang ada padanya dapat dibedakan lagi dalam:
·         Bunga jantan (flos masculus), jika pada bunga hanya terdapat benang sari tanpa putik, misalnya bunga jagung yang terdapat di bagian atas tumbuhan.
·         Bunga betina (flos femineus), yaitu bunga yang tidak mempunyai benag sari, melainkan hanya putik saja, misalnya bunga jagung yang tersusun dalam tongkolnya.
c.         Bunga mandul atau tidak berkelamin, jika pada bunga tidak terdapat baik benang sari maupun putik, misalnya bunga pinggir (bunga pita) pada bunga matahari (helianthus annuus ).
Pada tumbuhan terdapat kelamin bunga. Berkaitan dengan kelamin bunga, dalam tumbuhan dapat dibedakan beberapa jenis beberapa tipe kelamin bunga, diantaanya adalah:
a.         Berumah satu (monoecus)
Tumbuhan berumah satu ini adalah tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada satu individu (satu batang tumbuhan), misalnya jagung (zea mays L), mentimun (cucumis sativum L), jarak (Ricinus communis L.).


b.        Berumah  dua (dioecus)
Dikatakan tumbuhan berumah dua jika bunga jantan dan bunga betina terpisah tempatnya, artinya ada individu yang hanya mendukunng bunga jantan saja, dan ada individu yang hanya mendukung bunga betina saja, misalnya salak (Zalacca edulis Reinw).
c.         Poligam (polygamus)
Tumbuhan dengan poligam ini dicirikan dengan  pada suatu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga banci bersama-sama, misalnya  pada papaya (carica papaya L). biasanya poligami dimaksud untuk menunjukkan sifat tumbuhan bertalian dengan sifat bunga tadi yang memperlihatkan suatu kombinasi bukan beruamh satu dan juga berumah dua.
Dalam bunga, ada juga yang disebut dengan rumus bunga. Rumus bunga dapat diartikan ebagai susuanan yang terdapat pada bunga yang dapat dinyatakan dalam beberapa lambang ataupun angka. Dengan adanya keterangan lambang dan angka tersebut dapat menunjukan mengenai sifat bunga dan bagian-bagian bunga.
Rumus bunga dinyatakan dalam:
1.      Kelopak (calyx) dinyatakan dengan huruf K
2.      Mahkota atau tajuk (corolla) dinyatakan dengan huruf C
3.      Benang sari (androecium) dinyatakan dengan huruf A, dan
4.      Putik (gynaecium) dinyatakan dengan huruf G.
Jika antara kelopak bunga dan mahkota bunga tidak dapat dibedakan, untuk menyatakan bagian tersebut digunakan huruf P untuk tenda bunga (perigonium). Penulisan rumus bunga, dibelakang huruf-huruf tersebut ditaruhkan angka-angka yang dapat menyatakan jumlah bagian-bagian bunga tersebut. Antara huruf dan angka diberikan tanda koma (,).
Di depan rumus bagian bunga, hendaknya di tambahkan simetri yaitu (*) untuk untuk bunga bersimetri banyak, dan tanda (↑) untuk bunga bersimetri satu.
Selain lambang yang menunjukkan jenis kelamin bunga.Untuk bunga banci dipakai lambang (), untuk bunga jantan dipakai lambang (♂), dan bunga betina dipakai lambang (♀). Untuk menyatakan keadaan antara daun-daun kelopak, tajuk, dan benang sari (berlekatan atau terpisah), digunakan tanda kurung untuk mengapit angka. Sedangkan bakal buah, dinyatakan adanya garis (diatas atau di bawah) angka yang menunjukkan jumlah putik sesuai kedudukannya.
2.2. Morfologi Bunga Sepatu
Klasifikasi bunga sepatu
·         Kingdom         : Plantae
·         Divisi               : Spermatophyta
·         Kelas               : Dicotyledoneae
·         Ordo                : Malvales
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c6/Kembang_sepatu_hibiscus.JPG
·         Famili              : Malvaceae
·         Genus              : Hibiscus
·         Spesies            : Hibiscus rosa-sinensis
Bunga sepatu atau kembang sepatu merupakan salah satu jenis bunga yang banyak memiliki banyak warna yang cantik. Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu) dapat tumbuh pada wilayah tropis dan subtropis, dengan ketinggian mencapai 1.700 meter di atas pernukaan laut.
Tipe tanah yang dapat ditumbuhi oleh kembang sepatu yaitu tanah liat dan berbatu-batu, banyak mengandung unsur hara dengan kelembaban berkisar antara 31-33%. Curah hujan yang dibutuhkan berkisar antara 670-4.200 mm per tahun, suhu berkisar antara 26-30°, pH tanah berkisar antara 5,5. Daerah penyebarannya yaitu India dan Tiongkok.
Biji dari bunga sepatu terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Bunga berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (pistilum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah.
Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida.
Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQVGSYwiIPoR4_QshDp7h7_FFD03w-dkrLduUS7HgD_cr0OoWMF95UZlCEWNco9SkUsJ74xxYRQYdTRQSPOE-CH7-tLyNvjfjRGyb2bSIZwVEBB5Cny4KprIu6gtgbHSL7nTSQFe-XbPBc/s400/bunga+smpurna.jpg
2.3. Morfologi Bunga Kertas
Klasifikasi bunga kertas
·           Kingdom : Plantae
·           Divisio      : Magnoliophyta
·           Classis      : Magnoliopsida
·           Ordo         : Caryophyllales
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSbPw260mMzkBg2gXszQa9Pj9zb8xrKApm1a2Ga0CVFYpR4mdO3XN2wLrnIuPoepPFazS4vyqrcNdxXPMa32UxQsts9MNlO-CD5lYja-p5PFIYpuEnRll0o2rQMVhoB8gt1LBYRB2rA76o/s1600/Klasifikasi+Bunga+Kertas+Nama+Latin+-+Toko+Bunga+Jakarta.jpg
·           Familia     : Phytolaccaceae
·           Genus       : Bougenvilia
·           Species     Bougenvilia spectabilis Willd
Bougainvillea spectabilis yang lebih dikenal dengan sebutan kembang kertas adalah salah satu tumbuhan yang memiliki sifat batang berkayu (lignosus), yaitu batang yang biasa keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri atas kayu yang mengandung zat lignin. Kembang kertas memiliki bentuk batang yang bulat (teres) dan sifat permukaan batang yang berduri (spinosus).
Arah tumbuh batang kembang kertas adalah tegak lurus (erectus), yaitu batang tumbuh arahnya ke atas. Percabangan batang kembang kertas yaitu monopodial, yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) dari pada cabang-cabangnya.
Tanaman bougenville  termasuk tanaman perdu tegak, tinggi tanaman kira-kira 2-4 meter. Sistem perakarannya  adalah tunggang. Dengan akar-akar cabang yang melebar ke semua arah dengan kedalaman 40  cm-80 cm. Akar yang terletak dekat permukaan tanah kadang tumbuh terus atau akar bakal tanaman bara.
Bunga bogenville termasuk bunga majemuk, payung 3-15 bunga. Bunga beranekaragam ada kuning, merah, merah jambu, ungu, putih dan sebagainya. Kelopak bunga berbentuk tabung 2-4 mm. taju bunga 5-8, berbentuk paku, berambut halus.
Pasangan daun yang sama dihubungkan dengan tonjolan yang melintang. Daun menyirip berdaun satu, helaian daun lebar bulat sampai memanjang, bertepi rata, bertulang menyirip atau bertulang tiga sampai lima. Bougenville memiliki buah buni yang masak hitam megnkilat, panjang 1 cm, bebiji dua atau karena kegagalan berbiji satu dan tidak memiliki lekukan.
Kembang kertas toleran terhadap rentang curah hujan tahunan yang luas dari 400-3000 mm per tahun dengan kelembapan 70-85 %. Pertumbuhan terbaik kembang kertas bila rata-rata temperatur tahunan 19-27°C. Kembang kertas tumbuh pada ketinggian 400-1500 dari permukaan laut. Kembang kertas memerlukan intensitas cahaya tinggi.
Tumbuhan kembang kertas tumbuh baik pada pasir berdrainase baik, tanah liat dengan pH 5-6.5. Tetapi juga tumbuh dengan baik pada lahan berpasir asam, tidak toleran terhadap air yang berlebih. Pada lahan yang memiliki humus subur dan lapisan tanah dibawahnya asam.
Bunga kertas termasuk kedalam bunga yang berjenis banci. Pada buka keratas tidak bisa dibedakan mana antara kelompak bunga dan mahkota bunganya sendiri. Selain itu bunga kertas juga memiliki benang sari dan putik. Bunga kertas ini termasuk kedalam bunga bersimetri banyak.
2.4. Morfologi bunga adenium
Klasifikasi bunga adenium
·         Kingdom: Plantae
·         Divisi: Magnoliophyta
·         Kelas: Magnoliopsida
·         Ordo: Gentianales
Adenium obesum

·         Famili: Apocynaceae
·         Genus: Adenium
·         Spesies: Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult
Adenium Obesum di Indonesia dikenal dengan kamboja jepang. Nama kamboja sendiri identik dengan bunga ‘kuburan’, tetapi kamboja jepang (Adenium Obesum) dan kamboja merupakan tanaman yang berbeda.
Perbanyakan tamanan Adenium dapat melalui perbanyakan generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif merupakan perbanyakan menggunakan biji. Anakan dari perbanyakan menggunakan biji ini dapat meiliki sifat yang berbeda dari induknya, oleh karena itu perbanyakan generatif biasa digunakan untuk mendapatkan variasi bunga baru.
Perbanyakan vegetatif merupakan perbanyakan dengan menggunakan bagian dari tanaman kecuali bijinya. Perbanyakan vegetatif untuk Adenium meliputi setek, cangkok, okulasi, sambung (Grafting), dan pemecahan akar. Perbanyakan vegetatif bertujuan untuk mempertahankan sifat dan keunggulan tanaman
Adenium ada yang berbatang besar dengan bagian bawah menyerupai umbi, namun sosok tanamannya sendiri kecil dengan daun kecil panjang. Akar adenium juga dapat membesar menyerupai umbi. Akar adenium yang membesar seperti umbi adalah tempat menyimpan air sebagai cadangan disaat kekeringan. Akar yang membesar ini bila dimunculkan di atas tanah akan membentuk kesan unik seperti bonsai.
Sedangkan batangnya lunak tidak berkayu (disebut juga sebagai sukulen), namun dapat membesar. Tunas-tunas samping dapat tumbuh dari mata tunas pada batang atau bekas daun yang gugur. Mata tunas samping tersebut akan berfungsi (tumbuh) apabila pucuk atas tanaman dipotong. Hal inilah yang dilakukan orang pada saat memprunning atau memangkas, untuk mendapatkan daun baru dan agar bunga yang akan muncul nantinya lebih serempak.
Daun adenium ada berbagai ragam, bentuk lonjong, runcing, kecil dan besar, serta ada yang berbulu halus, ada pula yang tanpa bulu. Sedangkan bunga adenium berbentuk seperti terompet, berkelopak 5, dengan aneka ragam warna sesuai dengan jenis (varietasnya) masing-masing. Sekarang sudah dikembangkan kelopak bunga yang bersusun dan hasilnya sudah baik bahkan kelopak bunganya ada yang menyerupai susunan bunga mawar.



















III. METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Botani dan Sistematika Tanaman dilaksanakan pada hari Senin, 10 November 2014 pukul 11:00 WIB sampai dengan selesai di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
3.2. Alat dan Bahan
Alat:
1.        Kertas HVS
2.        Pulpen
3.        Pensil
4.        Penghapus
Bahan:
1.          Bunga sepatu
2.          Bunga kertas
3.          Bunga adenium
3.3. Cara Kerja
1.        Siapakan alat tulis
2.        Siapkan bahan macam-macam bunga yang akan digunakan.
3.        Gambar macam-macam bunga yang sudah disiapakan.
4.        Beri keterangan pada setiap gambar daun.
5.        Tulis rumus bunga








IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
No
Nama Bunga
Gambar Bunga
Keterangan
1
Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c6/Kembang_sepatu_hibiscus.JPG
Terdapat kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari dan putik .
2
Bunga Kertas (Bougenvilia spectabilis Willd)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSbPw260mMzkBg2gXszQa9Pj9zb8xrKApm1a2Ga0CVFYpR4mdO3XN2wLrnIuPoepPFazS4vyqrcNdxXPMa32UxQsts9MNlO-CD5lYja-p5PFIYpuEnRll0o2rQMVhoB8gt1LBYRB2rA76o/s1600/Klasifikasi+Bunga+Kertas+Nama+Latin+-+Toko+Bunga+Jakarta.jpg
Terdapat kelopak bunga dan putik bunga.
3
Bunga Adenium (Adenium obesum)
Adenium obesum
Terdapat kelopak bunga dan benang sari
4.2. Pembahasan
Dari hasil pengamatan morfologi yang sudah kami lakukan pada saat praktikum dengan menggunakan bahan bermacam-macam bunga, diantaranya adalah bunga sepatu, bunga kertas dan bunga adenium. Dari ketiga bunga tersebut kami mengetahui apakan bunga tersebut termasuk kedalam bunga yang banci, jantan, ataupun betina. Selain itu kami jadi mengetahui rumus bunga dari tiap-tiap bunga yang digunakan pada saat praktikum.
Dari hasil pengamatan  pada bunga sepatu, kami mendapatkan hasil bahwa pada bunga sepatu terdapat kelopak bunga, benang sari, dan putik. Bunga sepatu merupakan bunga yang termasuk kedalam bunga banci. Bunga banci adalah bunga yang memiliki dua alat kelamin yaitu benang sari dan putik.
Dalam penulisan rumus bunga putik dilambang dengan gynaecium [G] dan benang sari dilambangkan dengan adroecium [A], dan kelopak bunga dilambangkan dengan [K]. Jumlah putik pada bunga sepatu ini sebanyak empat. Dan jumlah benang sarinya tak terhingga. Dan jumlah kelopak bunga sepatu sebanyak lima kelopak bunga. Bunga sepatu juga termasuk kedalam bunga yang bersimetri banyak. Sehingga penulisan rumus bunga sepatu berdasarkan pengamatan yang dilakukan dinyatakan * K5, A∞, G4.
Dari hasil pengamatan pada bunga kertas, kami mendapatkan hasil bahwa pada bunga kertas terdapat kelopak bunga dan putik bunga. Bunga kertas termasuk kedalam bunga betina. Bunga betina (flos femineus), yaitu bunga yang tidak mempunyai benang sari, tetapi hanya memiliki putik saja.
Dalam penulisan rumus bunga, putik dilambang dengan gynaecium [G]. Dan penulisan rumus bunga untuk kelopak bunga dilambangkan dengan corolla [K]. Jumlah putik bunga pada bunga kertas adalah tiga. Sedangkan jumlah kelopak bunganya sebanyak lima. Bunga kertas juga sama seperti bunga sepatu termasuk kedalam bunga yang bersimetri banyak. Sehingga dalam penulisan rumus bunga pada bunga kertas adalah ♀ * K3, G5.
Dari hasil pengamatan pada bunga adenium, kami mendapatkan hasil bahwa pada bunga adenium terdapat kelopak bunga dan benang sari. Bunga adenium ini termasuk kedalam bunga jantan. Bunga jantan (flos masculus), jika pada bunga hanya terdapat benang sari tanpa putik.
Dalam penulisan rumus bunga, kelopak bunga dilambangkan dengan corolla [K] dan benang sari dilambangkan dengan adroecium [A]. jumlah kelopak bunga pada bunga adenium sebanyak lima kelopak bunga. Dan jumlah benang sari pada bunga adenium tak terhingga. Sama seperti bunga sepatu dan bunga kertas, bunga adenium termasuk kedalam bunga yang bersimetri banyak. Sehingga dalam penulisan rumus bunganya adalah ♂ * K5, A.




V. PENUTUP

5.1. Simpulan
Bunga (flos) adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga divisi Magnoliophyta atau Angiospermae. Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik. Bunga dikatakan sempurna jika dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari (kedua sel gamet. Bunga juga dikatakan lengkap jika terdapat bagian lainnya seperti kepala putik, tangkai putik, bakal buah, kepala sari, tangkai sari, mahkota, kelopak, dasar bunga dan tangkai bunga).
Dari ketiga bunga yang kami bawa, masing-masing bunga mewakili macam-macam alat kelamin pada bunga. Pada bunga sepatu termasuk kedalam bunga yang berkelamin banci karena memiliki dua alat kelamin yaitu benang sari dan putik. Pada bunga kertas termasuk kedalam bunga betina karena hanya memiliki putik saja tidak memiliki benang sari. Dan pada bunga adenium termasuk kedalam bunga berkelamin jantan karena hanya memiliki benang sari dan tidak memiliki putik.
Selain itu dalam penulisan rumus bunga untuk kelopak dilambangkan dengan [K], mahkota bunga [C], benang sari [A], dan putik [G]. Jika antara kelopak bunga dan mahkota bunga tidak dapat dibedakan, untuk menyatakan bagian tersebut dinamkan tenda bunga [P]. Penulisan rumus bunga, dibelakang huruf-huruf tersebut ditaruhkan angka-angka yang dapat menyatakan jumlah bagian-bagian bunga tersebut. Antara huruf dan angka diberikan tanda koma (,).
5.2. Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya agar bisa dilakukan lebih efektif dan efisien dalam pelaksaan praktikum dan lebih kondusif.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. http://noberanagbio.blogspot.com/2011/11/bab-i pendahuluan_9619.html (diakses pada tanggal 12 November 2014 pukul
08:30 WIB)
Islamiardela. 2014. http://islamiardela.wordpress.com/2014/04/16/rumus-bunga-dan-diagram-bunga/ (diakses pada tanggal 12 November 2014 pukul
08:30 WIB)
Mutiara, Tia. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Erlangga
Nail, A. Campbell. 2003. BIOLOGI. Jakarta : Erlangga.
Ratnasari, Juwita, SP. 2007. GALERI TANAMAN HIAS BUNGA. Bogor : Penebar Swadaya.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Wijayakusumah, Prof. H.M. Hembing. 2000. Ensiklopedia Milenium Tumbuhan. Jakarta : Prestasi Insan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar