Selasa, 17 November 2015

Laporan Praktikum Botani dan Sistematika Tanaman "Karakteristik Tumbuhan"



I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Struktur berkaitan dengan morfologi dan anatomi. Nama morfologi dipakai diberbagia macam cabang ilmu. Secara harfiah, morfologi berarti pengethaun tentang bentuk (morpos). Jadi, morfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk organisme pada hewan maupun tumbuhan, serta mencakup bagian-bagiannya.
Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual, dengan begitu keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan diklasifikasikan serta diberi nama yang tepat untuk setiap kelompok yang terbentuk, ilmu yang mempelajari klasifikasi serta pemberian nama tumbuhan adalah taksonomi tumbuhan.
Tumbuhan yang ada dimuka bumi ini banyak sekali jenisnya. Setiap jenis tumbuhan itu memiliki struktur yang berbeda-beda. Begitu juga dengan organ tumbuhan, seperti akar, batang dan daun yang memiliki struktur yang berbeda-beda.
1.2. Tujuan
1.        Mengenal berbagai macam karakteristik akar tanaman dan batang tanaman.
2.        Menggambarkan berbagai macam srtuktur akar tanaman dan batang tanaman.
3.        Menyebutkan begian-bagian akar tanaman dan batang tanaman.





II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Akar
Pada umumnya, akar terletak dibawah permukaan tanah. Namun, ada juga beberapa akar tumbuhan yang tumbuh diatas tanah. Fungsi utaman akar adalah menyerap air dan mineral dari tanah. Kemudian, air dan mineral tersebut disebarkan keseluruh tubuh tumbuhan. Pada beberapa jenis tumbuhan, akar juga berperan sebagai penyimpan cadangan makanan.
Salah satu ciri yang menarik dari akar tumbuhan adalah akar tumbuhan akan terus menerus tumbuh. Hal ini disebabkan karena pada akar terdapat meristem apical yang akan melakukan pembelahan secara terus menerus (Mader, 1995: 386).  Terlihat pada bagian akar dengan potongan membujur, akar tebagi menjadi empat bagian. keempat bagian tersebut adalah daerah tudung akar, daerah pemebelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi.
Gambar. 2.1.1. Akar secara membujur.
a.         Daerah tudung akar merupakan bagian pelindung ujung akar. Sel-sel yang berada dalam tudung akar harus diganti jika mengalami kerusakan ketika akar menembus tanah yang kasar.
b.        Daerah pembelahan tersusun atas jaringan meristem. Sel-sel di daerah ini aktif melakukan pembelahan untuk perbanyakan sel. Adanya derah meristem ini menyebabkan akar bertambah panjang.
c.         Daerah pemanjangan (elongasi) merupakan hasil pembelahan sel.
d.        Daerah epidermis terdapat sel-sel berdiferensiasi membentuk sel-sel khusus, setelah mengalami pemanjangan. Seperti sel parenkim dan sel endodermis. Daerah ini biasanya mudah dikenali karena terdapat rambut akar. Rambut akar merupakan hasil modifikasi dari sel epidermis.
Struktur anatomi akar dapat diamati dengan cara melakukan pemotongan akar secara melintang. Urutan dari luar kedalam terdiri dari epidermis, korteks, endodermis, dan stele.
a.         Epidermis
Jaringan epidermis akar merupakan lapisan yang hanya terdiri dari satu lapisan sel. Keadaan sel-sel yang menyusun epidermis akar sangat rapat, tetapi karena dinding sel epidermisnya tipis, akar mudah ditembus oleh air. Air dan garam-garam mineral yang terlarut di dalamnya masuk pertama kali melalui rambut-rambut akar, bagian di antara epidermis akar, atau melalui dinding sel epidermis akar itu sendiri.
Rambut akar merupakan hasil dari penonjolan epidermis yang arahnya ke luar. Dengan adanya rambut-rambut akar ini maka permukaan dinding sel akan semakin bertambah luas, sehingga proses penyerapan air akan lebih efisien. Jaringan epidermis pada akar tumbuhan tidak mengandung kutikula. Pada tanaman anggrek terdapat akar yang disebut akar gantung (akar udara). Akar udara ini dapat berkembang menjadi velamen, yaitu jaringan yang hanya terdiri atas beberapa lapis sel.
b.        Korteks
Korteks adalah bagian dalam akar yang tersusun oleh berbagai sel yang membentuk beberapa lapisan. Pada korteks ini terdapat jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Korteks tersusun oleh sel-sel yang susunannya longgar, yang menghasilkan ruang di antara sel-selnya disebut rongga antarsel. Rongga antarsel bermanfaat untuk proses pertukaran gas. Dinding-dinding sel pembentuk korteks keadaannya tipis, hal ini memberikan kelancaran pada proses pertukaran gas. Di samping itu, di dalam sel korteks kadang-kadang terdapat butir-butir zat tepung.
c.         Endodermis
Endodermis merupakan bagian dari jaringan akar yang terdiri atas satu lapisan sel. Pada arah radial dan transversal lapisan dinding sel endodermis terdapat penebalan yang dihasilkan dari endapan zat yang disebut suberin. Zat suberin (gabus) memiliki sifat kedap air (tidak dapat ditembus). Penebalan pada dinding sel jaringan endodermis tampak berupa titik-titik yang disebut titik caspary. Deretan titik caspary selanjutnya membentuk pita caspary. Penebalan oleh lapisan gabus menyebabkan dinding selnya sukar untuk dilalui air, sedangkan air harus melalui lapisan endodermis agar mencapai silinder pusat.
Oleh karena itu, air mengambil jalan lain, yaitu melalui lapisan endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan. Sel-sel endodermis yang dinding selnya tidak mengalami penebalan ini disebut sel penerus. Dengan adanya sel penerus, air dapat mencapai silinder pusat tanpa harus mengalami hambatan lain. Dilihat dari letaknya, endodermis memiliki peranan untuk lewatnya air yang mengandung unsur hara dari korteks menuju silinder pusat. Oleh karena itu, endodermis memiliki bentuk dan susunan sel yang khas.
d.        Stele (Silinder Pusat)
Silinder pusat terbentuk oleh berkas-berkas pengangkut dan beberapa jaringan lain. Berkas pengangkut yang membentuk silinder pusat, yaitu xilem, floem, dan perisikel. Letak xilem dan floem pada silinder pusat tumbuhan monokotil berselingan tersusun secara teratur sehingga membentuk jari-jari atau radial (berbentuk lingkaran). Pada tumbuhan dikotil, xilemnya terletak di pusat akar dan floemnya mengelilingi xilem.
Oleh karena itulah, lapisan ini disebut silinder pusat. Pada tumbuhan dikotil, di antara xilem dan floemnya terdapat lapisan kambium. Fungsi lapisan kambium ke arah luar yaitu untuk membentuk bagian kulit, sedangkan ke arah dalam untuk membentuk bagian kayu. Selain ke empat lapisan akar di atas, pada lapisan terluar dari akar, yaitu di lapisan terluar silinder pusat, juga terdapat perisikel atau perikambium. Perisikel ini merupakan jaringan khusus yang berfungsi untuk membentuk percabangan pada akar.


Secara umum terdapat dua jenis akar:
a.         Akar serabut
Akar serabut berbentuk seperti serabut. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan hasil mencangkok. Pada jenis akar serabut, terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya mirip benang-benang.
b.        Akar tunggang
Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga, jeruk, dan  melinjo. Pada Jenis akar tunggang terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah.
Pada beberapa jenis tumbuhan, akar tumbuhan memiliki bentuk lain yang disesuaikan dengan habitat dan fungsinya:
a.         Akar napas, yaitu akar yang naik ke atas permukaan tanah, khususnya ke atas air seperti golongan mangrove.
b.        Akar gantung, yaitu akar yang sepenuhnya berada di atas permukaan tanah. Akar gantung terdapat pada tanaman anggrek.
c.         Akar baning, yaitu akar yang terdapat terdapat pada tumbuhan jenis tropoik seperti pohon beringin.
d.        Akar penghisap, yaitu akar yang terdapat pada tumbuhan jenis parasit, seperti benalu.
Akar tumbuhan memiliki fungsi diantaranya untuk:
·           Jangkar serta dukungan tanaman
·           Menyerap dan mengalirkan air dan mineral
·           Produk toko fotosintesis (karbohidrat, gula, protein)
·           Musim dingin kelangsungan hidup tanaman keras
·           Makanan dan pakan
·           Perambatan
·           Pengendalian erosi tanah
Manfaat akar bagi manusia:
·           Sebagai sumber makanan, contohnya ubi kayu, ubi jalar, dan wortel;
·           Sebagai bahan obat-obatan, contohnya jahe, kunyit, dan akar pepaya;
·           Sebagai parfum, contohnya akar bit; sebagai bumbu, contohnya jahe, kunyit, dan laos.
2.2. Batang
Pada umumnya batang terdapat diatas permukaan tanah. Batang berperan dalam menyangga daun dan bunga. Salah satu cirri khas dari batang adalah terdapatnya buku dan ruas. Buku merupakan tempat keluarnya daun atau tunas, sedangkan ruas adalah jarak di antara dua buku. Batang umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput, dan ketika batang masih muda. Hampir mirip dengan akar potongan batang secara melintang menunjukan jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat.
Gambar 2.2.1. Potongan batang dikotil dan monokotil secara melintang.
Epidermis merupakan lapisan terluar dari batang. Epidermis ini hanya tersusun atas satu lapisan sel. Sel epidermis tersusun rapat sehingga tidak tampak ruang antar sel. Jika batang tumbuh membesar, epidermis akan pecah dan terbentuk jaringan gabus. Jaringan gabus ini juga kadang suka pecah sehingga membentuk yang namanya lentisel.
Dibawah epidermis terdapat korteks. Jaringan penyusun pada korteks batang adalah parenkim dan kolenkim. Pada beberapa jenis tumbuhan terdapat klorenkim (kolenkim yang memiliki kroloplas) atau sklelenkim. Sel penyusun korteks relative renggang sehingga terdapat rongga antar sel. Hal ini berguna untuk pertukaran gas.
Jaringan berikutnya adalah endodermis. Endodermis merupakan bata antar korteks dan silinder pusat. Di dalam silinser pusat terdapat jaringan periskel, empulur, dan pembuluh angkut. Periskel merupakan bagian terluar dari silinder pusat. Empulur merupakan bagian terdalam di silinder pusat. Empulur tersusun atas jaringan parenkim. Jaringan pembuluh angkut terdiri dari xylem dan floem.
Berdasarkan bentuknya, secara garis besar terdapat tiga jenis batang tumbuhan:
1.        Batang merumput. Batang ini umumnya berbentuk ramping, berwarna hijau, dan agak lunak. Selain itu, memiliki ruas dan rongga batang pada batangnya. Contohnya: batang padi, jagung dan tebu.
2.        Batang lunak. Batang pada tumbuhan ini memiliki batang yang lunak dan berair. Contohnya: batang bayam dan kaktus.
3.        Batang berkayu. Tumbuhan dengan batang ini memiliki cirri batang yang berkayu, tinggi, keras dan tebal. Contohnya: jati, akasia, dan mangga.
Batang memiliki beberapa fungsi diantaranya:
a.         Penopang
Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari).
b.        Pengangkut
Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun.

c.         Penyimpan
Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, pada tumbuhan sagu. pada tumbuhan tebu dan kaktus.
d.        Alat perkembangbiakan
Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Contoh: ketela pohon, tebu.
Fungsi batang bagi manusia:
·           Batang tumbuhan yang membentuk kayu dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk membuat perabot rumah tangga, contohnya batang pohon jati;
·           untuk bahan makanan, contohnya sagu, asparagus;
·           untuk bahan industri, contohnya tebu dan bamboo.
Pada saat kami melakukan praktikum kami menggunakan bahan diantaranya batang singkong, batang mawar, batang jagung, batang euphorbia, akar jagung, akar kacang tanah dan akar kacang hijau.
A.      Singkong
Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Klasifikasi Singkong
·         Kingdom         : Plantae
·         Divisio             : Magnoliophyta
·         Classis             : Magnoliopsida
·         Sub Classis      : Rosidae
·         Ordo                : Euphorbiales
·         Familia            : Euphorbiaceae
·         Genus              : Manihot
·         Species            : Manihot utilisima Burm. F
Tanaman singkong memiliki akar serabut dan pada akarnya ini biasanya terdapat bagian yang mengalami pembesaran bagian inilah yang merupakan tempat menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan yang disimpan sebagian besar berupa zat tepung oleh karena itu akar atau umbi singkong banyak di konsumsi bahkan di beberapa daerah dijadikan makanan pokok pengganti nasi. umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam.
Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Singkong tidak memiliki bercabang atau bercabang sedikit dengan tinggi rata-rata 1,5-7 m. Batang dengan tanda berkas daun yang bertonjolan. Umbi akar besar, memanjang, kulit berwarna coklat. Tangkai daun 6-35 cm, helaian daun dekat pangkal, tipe daun menja
B.       Mawar
Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umunya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter.
Klasifikasi Mawar:
·         Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
·         Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
·         Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·         Super Divisi    : Angiospermae
·         Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·         Ordo                : Rosales
·         Famili              : Rosaceae
·         Genus              : Rosa
·         Spesies            : Rosa sp
Beberapa spesies yang tumbuh liar ditanah pasir di daerah pantai seperti Rosa rugosa dan Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang, menahan pasir yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi. Beberapa spesies mawar mempunyai duri yang tidak berkembang dan tidak tajam.
C.      Jagung
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m.
Klasifikasi Jagung
·         Kingdom         : Plantae
·         Divisio             : Spermatophyta
·         Kelas               : Monocotyledoneae
·         Ordo                : Graminae
·         Famili              : Graminaceae
·         Genus              : Zea
·         Spesies            : Zea mays. L
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
D.      Euphorbia
Euphorbia adalah tanaman yang berasal dari daerah Madagaskar yang beriklim tropis. Selanjutnya menyebar ke asia dan afrika. Di beberapa daerah tertentu, masyarakatnya mengenal tanaman ini yang diyakini sebagai tanaman pembawa keberuntungan dan rejeki. Euphorbia adalah tanaman dengan batang berduri dan bergetah, dengan bunga yang menyembul dari ketiak daun berupa gerombol bunga. Sebagian dari jenis euphorbia tumbuh menyemak, tetapi ada juga jenis-jenis yang tumbuh tinggi dan besar.
Klasifikasi Euphorbia
·         Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
·         Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·         Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·         Sub Kelas        : Rosidae
·         Ordo                : Euphorbiales
·         Famili              : Euphorbiaceae
·         Genus              : Euphorbia
·         Spesies            : Euphorbia milii Ch.Des Moulins
Batang euphorbia tidak berkayu, tetapi jika tumbuh membesar akan mengeras. Bentuk batangnya ada yang bulat, ada pula yang bersudut. Batang ini ditumbuhi duri, ada yang berduri tunggal, ganda, dan duri yang berkelompok. Daun yang sehat agak tebal, dengan permukaan halus, dan tulang daun yang menonjol. Bentuk daun ada yang berujung lancip, oval, ada juga yang membulat, dan ada pula yang berbentuk hati.
E.       Kacang Tanah
Kacang tanah atau yang dikenal dengan nama latin Arachis hypogaea L. dan dikenal dengan istilah peanut di Inggris, merupakan tumbuhan yang dimasukkan dalam daftar kekerabatan polong-polongan atau Fabaceae. Kacang tanah pada permulaannya ditanam secara luas oleh suku Indian. Namun pada perkembangannya, kini, kacang tanah telah dibudidayakan hampir di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia.
Klasifikasi Kacang Tanah:
·         Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
·         Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·         Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·         Sub Kelas        : Rosidae
·         Ordo                : Fabales
·         Famili              : Fabaceae (suku polong-polongan)
·         Genus              : Arachis
·         Spesies            : Arachis hypogaea L
Kacang tanah berakar tunggang yang tumbuh lurus ke dalam tanah hingga kedalaman 40 cm. Pada akar tunggang tersebut tumbuh akar cabang dan diikuti oleh akar serabut. Akar kacang berfungsi sebagai penopang berdirinya tanaman serta alat penyerap air dan zat-zat hara serta mineral dari dalam tanah.
Cabang dan akar rambut berperanuntuk memperluas permukaan akar guna meningkatkan daya serap akar tanaman tersebut.Pada pangkal dan cabang akar tunggang kacang tanah biasanya terdapat bintil-bintil bakteri Rhizobium yang berperan dalam penyerapan nitrogen dari udara bebas.
F.       Kacang Hijau
Kacang hijau adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Klasifikasi kacang hijau:
·         Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
·         Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·         Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·         Sub Kelas        : Rosidae
·         Ordo                : Fabales
·         Famili              : Fabaceae (suku polong-polongan)
·         Genus              : Phaseolus
·         Spesies            : Phaseolus radiatus L.
Susunan tubuh tanaman (morfologi) kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar. Makin banyak nodula akar, makin tinggi kandungan nitrogen sehingga menyuburkan tanah.














III. METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Botani dan Sistematika Tanaman dilaksanakan pada hari Senin, 13 Oktober 2014 pukul 11:00 WIB sampai dengan selesai di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian UNTIRTA.
3.2. Alat dan Bahan
Alat:
1.        Pensil
2.        Penghapus
3.        Kertas HVS
Bahan:
1.          Akar Kacang Hijau
2.          Akar kacang tanah
3.          Akar jagung
4.          Batang euphorbia
5.          Batang mawar
6.          Batang jagung
7.         Batang singkong
3.3. Cara Kerja
1.        Siapakan alat tulis
2.        Siapkan bahan akar dan batang yang akan digunakan.
3.        Gambar batang dan akar yang sudah disiapakan.
4.        Beri keterangan pada gambar batang dan akar.




























4.2. Pembahasan
Dari hasil praktikum yang sudah kami lakukan dengan menggunakan akar dan batang dari beberapa tumbuhan kami jadi mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh batang dan akar tumbuhan yang kami bawa.
Pada batang singkong tidak memiliki bercabang atau bercabang sedikit dengan tinggi rata-rata 1,5-7 m. Batang dengan tanda berkas daun yang bertonjolan. Umbi akar besar, memanjang, kulit berwarna coklat. Tangkai daun 6-35 cm, helaian daun dekat pangkal, tipe daun menjari.
Pada batang tanaman bunga mawar merupakan kelompok tumbuhan biji berupa pohon yang batangnya berkayu. Sebagai tumbuhan dikotil, tanaman bunga mawar mempunyai sistem akar tunggang. Batang dan akar mempunyai kambium sehingga dapat memperbesar. Sebagai tumbuhan biji tertutup, tanaman bunga mawar juga dianggap sebagai golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan yang tinggi. Ciri lain bunga mawar yaitu adanya duri-duri tajam pada batangnya, dengan kulit batang halus licin dan dapat berkembang biak dengan cara stek.
Pada batang jagung beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. permukaan yang halus sampai berbulu. Batang tidak memiliki tangkai.
Pada akar jagung tergolong akar serabut, pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Akar serabut adalah jenis akar yang terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya mirip benang-benang.
Pada batang euphorbia tanaman dengan batang berduri dan bergetah, Batang euphorbia tidak berkayu, tetapi jika tumbuh membesar akan mengeras. Bentuk batangnya ada yang bulat, ada pula yang bersudut. Batang ini ditumbuhi duri, ada yang berduri tunggal, ganda, dan duri yang berkelompok.
Pada akar kacang tanah berakar tunggang. Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama.
Pada akar kacang hijau memiliki perakaran tunggang. Sistem perakaran dibagi menjai dua, yaitu mesophites dan xerophites. Mesophites mempunyai banyak cabang akar pada permukaan dan tipe pertumbuhannya menyebar. Sementara xerophites memiliki akar cabang lebih sedikit memanjang ke arah bawah .













V. PENUTUP

5.1. Simpulan
Simpulan dari praktikum yang kami lakukan kami mengethaui berbagai macam karakteristik dari akar dan batang tanaman, dan kami dapat menyebutkan bagian-bagian akar tanaman dan batang tanaman.
Pada umumnya, akar terletak dibawah permukaan tanah. Namun, ada juga beberapa akar tumbuhan yang tumbuh diatas tanah. Fungsi utaman akar adalah menyerap air dan mineral dari tanah. Secara urutan akar dari luar kedalam terdiri dari epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Secara umum terdapat dua jenis akar: akar serabut dn akar tunggang.
Akar serabut berbentuk seperti serabut. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Akar serabut adalah jenis akar yang terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya mirip benang-benang. Akar tunggang akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar utama.
Batang terdapat diatas permukaan tanah. Batang berperan dalam menyangga daun dan bunga. Salah satu ciri khas dari batang adalah terdapatnya buku dan ruas. Berdasarkan bentuknya, secara garis besar terdapat tiga jenis batang tumbuhan yaitu: batang berkayu, batang lunak, dan batang merumput.
5.2. Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya agar bisa dilakukan lebih efektif dan efisien dalam pelaksaan praktikum dan lebih kondusif.


DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1993. JAGUNG. Yogyakarta : KANISIUS.
Administrator. Jumat, 20 Mei 2011. http://distan.riau.go.id/index.php/component/content/article/52-tanaman-hias/164-bunda-euphorbia (Diakses pada hari Sabtu, 17 Oktober 2014 pukul 13:00 WIB sampai dengan selesai).
Abdurahman, Deden. 2008. BIOLOGI untuk Pertanian dan Kesehatan untuk Kelas X SMK. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Mikrajuddin, dkk. 2007. IPA TERPADU untuk SMP dan MTs Jilid 2A. Jakarta : Erlangga.
Mulyani, Sri. dkk. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : KANISIUS.
Mutiara, Tia. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Pringgodigo. 1973. Ensiklopedi Umum. Yogyakarta : KANISIUS.
Rukmana, Rakhmat. 1997. Ubi Kayu Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta : KANISIUS.
Rukmana, Rakhmat. 1997. Kacang Hijau Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta : KANISIUS.
Rukmana, Rakhmat. 1998. Kacang Tanah. Yogyakarta : KANISIUS.
Wijayakusumah, Prof. H. M. Hembing. 2000. Ensiklopedia Milenium Tumbuhan. Jakarta : Pertasi Insan Indonesia.



LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar