I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Struktur
berkaitan dengan morfologi dan anatomi. Nama morfologi dipakai diberbagia macam
cabang ilmu. Secara harfiah, morfologi berarti pengethaun tentang bentuk (morpos). Jadi, morfologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang bentuk organisme pada hewan maupun tumbuhan, serta
mencakup bagian-bagiannya.
Morfologi tumbuhan berguna untuk
mengidentifikasi tumbuhan secara visual, dengan begitu keragaman tumbuhan yang
sangat besar dapat dikenali dan diklasifikasikan serta diberi nama yang tepat
untuk setiap kelompok yang terbentuk, ilmu yang mempelajari klasifikasi serta
pemberian nama tumbuhan adalah taksonomi tumbuhan.
Tumbuhan
yang ada dimuka bumi ini banyak sekali jenisnya. Setiap jenis tumbuhan itu
memiliki struktur yang berbeda-beda. Begitu juga dengan organ tumbuhan, seperti
akar, batang dan daun yang memiliki struktur yang berbeda-beda.
1.2. Tujuan
1.
Mengenal berbagai macam karakteristik
akar tanaman dan batang tanaman.
2.
Menggambarkan berbagai macam srtuktur
akar tanaman dan batang tanaman.
3.
Menyebutkan begian-bagian akar tanaman
dan batang tanaman.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Akar
Pada
umumnya, akar terletak dibawah permukaan tanah. Namun, ada juga beberapa akar
tumbuhan yang tumbuh diatas tanah. Fungsi utaman akar adalah menyerap air dan
mineral dari tanah. Kemudian, air dan mineral tersebut disebarkan keseluruh
tubuh tumbuhan. Pada beberapa jenis tumbuhan, akar juga berperan sebagai
penyimpan cadangan makanan.
|
Salah satu ciri yang
menarik dari akar tumbuhan adalah akar tumbuhan akan terus menerus tumbuh.
Hal ini disebabkan karena pada akar terdapat meristem apical yang akan
melakukan pembelahan secara terus menerus (Mader, 1995: 386). Terlihat pada bagian akar dengan potongan
membujur, akar tebagi menjadi empat bagian. keempat bagian tersebut adalah
daerah tudung akar, daerah pemebelahan, daerah pemanjangan, dan daerah
diferensiasi.
|
Gambar.
2.1.1. Akar secara membujur.
|
a.
Daerah tudung akar merupakan bagian
pelindung ujung akar. Sel-sel yang berada dalam tudung akar harus diganti jika
mengalami kerusakan ketika akar menembus tanah yang kasar.
b.
Daerah pembelahan tersusun atas jaringan
meristem. Sel-sel di daerah ini aktif melakukan pembelahan untuk perbanyakan
sel. Adanya derah meristem ini menyebabkan akar bertambah panjang.
c.
Daerah pemanjangan (elongasi) merupakan
hasil pembelahan sel.
d.
Daerah epidermis terdapat sel-sel
berdiferensiasi membentuk sel-sel khusus, setelah mengalami pemanjangan.
Seperti sel parenkim dan sel endodermis. Daerah ini biasanya mudah dikenali
karena terdapat rambut akar. Rambut akar merupakan hasil modifikasi dari sel
epidermis.
Struktur
anatomi akar dapat diamati dengan cara melakukan pemotongan akar secara
melintang. Urutan dari luar kedalam terdiri dari epidermis, korteks,
endodermis, dan stele.
a.
Epidermis
Jaringan
epidermis akar merupakan lapisan yang hanya terdiri dari satu lapisan sel.
Keadaan sel-sel yang menyusun epidermis akar sangat rapat, tetapi karena
dinding sel epidermisnya tipis, akar mudah ditembus oleh air. Air dan
garam-garam mineral yang terlarut di dalamnya masuk pertama kali melalui
rambut-rambut akar, bagian di antara epidermis akar, atau melalui dinding sel
epidermis akar itu sendiri.
Rambut
akar merupakan hasil dari penonjolan epidermis yang arahnya ke luar. Dengan
adanya rambut-rambut akar ini maka permukaan dinding sel akan semakin bertambah
luas, sehingga proses penyerapan air akan lebih efisien. Jaringan epidermis
pada akar tumbuhan tidak mengandung kutikula. Pada tanaman anggrek terdapat
akar yang disebut akar gantung (akar udara). Akar udara ini dapat berkembang
menjadi velamen, yaitu jaringan yang hanya terdiri atas beberapa lapis sel.
b.
Korteks
Korteks
adalah bagian dalam akar yang tersusun oleh berbagai sel yang membentuk
beberapa lapisan. Pada korteks ini terdapat jaringan parenkim, kolenkim, dan
sklerenkim. Korteks tersusun oleh sel-sel yang susunannya longgar, yang
menghasilkan ruang di antara sel-selnya disebut rongga antarsel. Rongga
antarsel bermanfaat untuk proses pertukaran gas. Dinding-dinding sel pembentuk
korteks keadaannya tipis, hal ini memberikan kelancaran pada proses pertukaran
gas. Di samping itu, di dalam sel korteks kadang-kadang terdapat butir-butir
zat tepung.
c.
Endodermis
Endodermis
merupakan bagian dari jaringan akar yang terdiri atas satu lapisan sel. Pada
arah radial dan transversal lapisan dinding sel endodermis terdapat penebalan
yang dihasilkan dari endapan zat yang disebut suberin. Zat suberin (gabus)
memiliki sifat kedap air (tidak dapat ditembus). Penebalan pada dinding sel
jaringan endodermis tampak berupa titik-titik yang disebut titik caspary.
Deretan titik caspary selanjutnya membentuk pita caspary. Penebalan oleh
lapisan gabus menyebabkan dinding selnya sukar untuk dilalui air, sedangkan air
harus melalui lapisan endodermis agar mencapai silinder pusat.
Oleh
karena itu, air mengambil jalan lain, yaitu melalui lapisan endodermis yang
dindingnya tidak mengalami penebalan. Sel-sel endodermis yang dinding selnya
tidak mengalami penebalan ini disebut sel penerus. Dengan adanya sel penerus,
air dapat mencapai silinder pusat tanpa harus mengalami hambatan lain. Dilihat
dari letaknya, endodermis memiliki peranan untuk lewatnya air yang mengandung
unsur hara dari korteks menuju silinder pusat. Oleh karena itu, endodermis
memiliki bentuk dan susunan sel yang khas.
d.
Stele (Silinder Pusat)
Silinder
pusat terbentuk oleh berkas-berkas pengangkut dan beberapa jaringan lain.
Berkas pengangkut yang membentuk silinder pusat, yaitu xilem, floem, dan
perisikel. Letak xilem dan floem pada silinder pusat tumbuhan monokotil
berselingan tersusun secara teratur sehingga membentuk jari-jari atau radial
(berbentuk lingkaran). Pada tumbuhan dikotil, xilemnya terletak di pusat akar dan
floemnya mengelilingi xilem.
Oleh
karena itulah, lapisan ini disebut silinder pusat. Pada tumbuhan dikotil, di
antara xilem dan floemnya terdapat lapisan kambium. Fungsi lapisan kambium ke
arah luar yaitu untuk membentuk bagian kulit, sedangkan ke arah dalam untuk
membentuk bagian kayu. Selain ke empat lapisan akar di atas, pada lapisan
terluar dari akar, yaitu di lapisan terluar silinder pusat, juga terdapat perisikel
atau perikambium. Perisikel ini merupakan jaringan khusus yang berfungsi untuk
membentuk percabangan pada akar.
Secara
umum terdapat dua jenis akar:
a.
Akar serabut
Akar
serabut berbentuk seperti serabut. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan
berkeping satu (monokotil). Misalnya kelapa, rumput, padi, jagung, dan tumbuhan
hasil mencangkok. Pada jenis akar serabut, terdiri atas sejumlah akar kecil,
ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut
terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya, cabang
tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya mirip
benang-benang.
b.
Akar tunggang
Akar
tunggang adalah akar yang terdiri atas satu akar besar yang merupakan
kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan cabang dari akar
utama. Perbedaan antara akar utama dan akar cabang sangat nyata. Jenis akar ini
dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil). Misalnya, kedelai, mangga,
jeruk, dan melinjo. Pada Jenis akar tunggang terdiri atas sebuah akar
besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan
akar primer biji yang berkecambah.
Pada
beberapa jenis tumbuhan, akar tumbuhan memiliki bentuk lain yang disesuaikan
dengan habitat dan fungsinya:
a.
Akar napas, yaitu akar yang naik ke atas
permukaan tanah, khususnya ke atas air seperti golongan mangrove.
b.
Akar gantung, yaitu akar yang sepenuhnya
berada di atas permukaan tanah. Akar gantung terdapat pada tanaman anggrek.
c.
Akar baning, yaitu akar yang terdapat
terdapat pada tumbuhan jenis tropoik seperti pohon beringin.
d.
Akar penghisap, yaitu akar yang terdapat
pada tumbuhan jenis parasit, seperti benalu.
Akar tumbuhan memiliki fungsi diantaranya untuk:
·
Jangkar serta dukungan tanaman
·
Menyerap dan mengalirkan air dan mineral
·
Produk toko fotosintesis (karbohidrat,
gula, protein)
·
Musim dingin kelangsungan hidup tanaman
keras
·
Makanan dan pakan
·
Perambatan
·
Pengendalian erosi tanah
Manfaat
akar bagi manusia:
·
Sebagai sumber makanan, contohnya ubi
kayu, ubi jalar, dan wortel;
·
Sebagai bahan obat-obatan, contohnya
jahe, kunyit, dan akar pepaya;
·
Sebagai parfum, contohnya akar bit;
sebagai bumbu, contohnya jahe, kunyit, dan laos.
2.2. Batang
Pada umumnya batang terdapat diatas
permukaan tanah. Batang berperan dalam menyangga daun dan bunga. Salah satu
cirri khas dari batang adalah terdapatnya buku dan ruas. Buku merupakan tempat
keluarnya daun atau tunas, sedangkan ruas adalah jarak di antara dua buku.
Batang umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek,
misalnya rumput, dan ketika batang masih muda. Hampir mirip dengan akar
potongan batang secara melintang menunjukan jaringan epidermis, korteks,
endodermis, dan silinder pusat.
Gambar 2.2.1.
Potongan batang dikotil dan monokotil secara melintang.
Epidermis
merupakan lapisan terluar dari batang. Epidermis ini hanya tersusun atas satu
lapisan sel. Sel epidermis tersusun rapat sehingga tidak tampak ruang antar
sel. Jika batang tumbuh membesar, epidermis akan pecah dan terbentuk jaringan
gabus. Jaringan gabus ini juga kadang suka pecah sehingga membentuk yang
namanya lentisel.
Dibawah epidermis terdapat korteks. Jaringan penyusun pada korteks
batang adalah parenkim dan kolenkim. Pada beberapa jenis tumbuhan terdapat
klorenkim (kolenkim yang memiliki kroloplas) atau sklelenkim. Sel penyusun
korteks relative renggang sehingga terdapat rongga antar sel. Hal ini berguna
untuk pertukaran gas.
Jaringan berikutnya adalah endodermis. Endodermis merupakan bata
antar korteks dan silinder pusat. Di dalam silinser
pusat terdapat jaringan periskel, empulur, dan pembuluh angkut. Periskel
merupakan bagian terluar dari silinder pusat. Empulur merupakan bagian terdalam
di silinder pusat. Empulur tersusun atas jaringan parenkim. Jaringan pembuluh
angkut terdiri dari xylem dan floem.
Berdasarkan bentuknya, secara garis
besar terdapat tiga jenis batang tumbuhan:
1.
Batang
merumput. Batang ini umumnya berbentuk ramping, berwarna
hijau, dan agak lunak. Selain itu, memiliki ruas dan rongga batang pada
batangnya. Contohnya: batang padi, jagung dan tebu.
2.
Batang
lunak. Batang pada tumbuhan ini memiliki batang yang
lunak dan berair. Contohnya: batang bayam dan kaktus.
3.
Batang
berkayu. Tumbuhan dengan batang ini memiliki cirri batang
yang berkayu, tinggi, keras dan tebal. Contohnya: jati, akasia, dan mangga.
Batang memiliki beberapa fungsi
diantaranya:
a.
Penopang
Fungsi utama
batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat
mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari).
b.
Pengangkut
Batang berguna
sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun.
c.
Penyimpan
Pada beberapa
tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, pada
tumbuhan sagu. pada tumbuhan tebu dan kaktus.
d.
Alat perkembangbiakan
Batang juga
berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Contoh: ketela pohon, tebu.
Fungsi
batang bagi manusia:
·
Batang tumbuhan yang membentuk kayu
dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk membuat perabot rumah tangga, contohnya
batang pohon jati;
·
untuk bahan makanan, contohnya sagu,
asparagus;
·
untuk bahan industri, contohnya tebu dan
bamboo.
Pada
saat kami melakukan praktikum kami menggunakan bahan diantaranya batang
singkong, batang mawar, batang jagung, batang euphorbia, akar jagung, akar
kacang tanah dan akar kacang hijau.
A.
Singkong
Ketela
pohon, ubi kayu, atau singkong adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari
suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil
karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Klasifikasi
Singkong
·
Kingdom :
Plantae
·
Divisio :
Magnoliophyta
·
Classis : Magnoliopsida
·
Sub Classis : Rosidae
·
Ordo :
Euphorbiales
·
Familia :
Euphorbiaceae
·
Genus :
Manihot
·
Species :
Manihot
utilisima Burm. F
Tanaman
singkong memiliki akar serabut dan pada akarnya ini biasanya terdapat bagian
yang mengalami pembesaran bagian inilah yang merupakan tempat menyimpan
cadangan makanan. Cadangan makanan yang disimpan sebagian besar berupa zat
tepung oleh karena itu akar atau umbi singkong banyak di konsumsi bahkan di
beberapa daerah dijadikan makanan pokok pengganti nasi. umbi atau akar pohon
yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80
cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam.
Daging
umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan
meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan
keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun
bagi manusia.
Singkong
tidak memiliki bercabang atau bercabang sedikit dengan tinggi rata-rata 1,5-7
m. Batang dengan tanda berkas daun yang bertonjolan. Umbi akar besar,
memanjang, kulit berwarna coklat. Tangkai daun 6-35 cm, helaian daun dekat
pangkal, tipe daun menja
B.
Mawar
Mawar
adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan
tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh
di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umunya merupakan
tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2
sampai 5 meter.
Klasifikasi
Mawar:
·
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
·
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
·
Divisi :
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·
Super Divisi : Angiospermae
·
Kelas :
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·
Ordo :
Rosales
·
Famili :
Rosaceae
·
Genus :
Rosa
·
Spesies :
Rosa
sp
Beberapa
spesies yang tumbuh liar ditanah pasir di daerah pantai seperti Rosa rugosa dan
Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin
berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang, menahan pasir
yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi. Beberapa spesies mawar
mempunyai duri yang tidak berkembang dan tidak tajam.
C.
Jagung
Jagung
merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam
80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif
dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat
bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m,
ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m.
Klasifikasi
Jagung
·
Kingdom :
Plantae
·
Divisio :
Spermatophyta
·
Kelas :
Monocotyledoneae
·
Ordo :
Graminae
·
Famili :
Graminaceae
·
Genus :
Zea
·
Spesies :
Zea
mays. L
Akar
jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun
sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa
muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga
tegaknya tanaman.
Batang
jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak
seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat
sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah
daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak
mengandung lignin.
D.
Euphorbia
Euphorbia
adalah tanaman yang berasal dari daerah Madagaskar yang beriklim tropis.
Selanjutnya menyebar ke asia dan afrika. Di beberapa daerah tertentu,
masyarakatnya mengenal tanaman ini yang diyakini sebagai tanaman pembawa
keberuntungan dan rejeki. Euphorbia adalah tanaman dengan batang berduri dan
bergetah, dengan bunga yang menyembul dari ketiak daun berupa gerombol bunga.
Sebagian dari jenis euphorbia tumbuh menyemak, tetapi ada juga jenis-jenis yang
tumbuh tinggi dan besar.
Klasifikasi
Euphorbia
·
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
·
Divisi :
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·
Kelas :
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·
Sub Kelas : Rosidae
·
Ordo :
Euphorbiales
·
Famili :
Euphorbiaceae
·
Genus :
Euphorbia
·
Spesies :
Euphorbia
milii Ch.Des Moulins
Batang
euphorbia tidak berkayu, tetapi jika tumbuh membesar akan mengeras. Bentuk
batangnya ada yang bulat, ada pula yang bersudut. Batang ini ditumbuhi duri,
ada yang berduri tunggal, ganda, dan duri yang berkelompok. Daun yang sehat
agak tebal, dengan permukaan halus, dan tulang daun yang menonjol. Bentuk daun
ada yang berujung lancip, oval, ada juga yang membulat, dan ada pula yang
berbentuk hati.
E.
Kacang
Tanah
Kacang
tanah atau yang dikenal dengan nama latin Arachis hypogaea L. dan dikenal
dengan istilah peanut di Inggris, merupakan tumbuhan yang dimasukkan dalam
daftar kekerabatan polong-polongan atau Fabaceae. Kacang tanah pada
permulaannya ditanam secara luas oleh suku Indian. Namun pada perkembangannya,
kini, kacang tanah telah dibudidayakan hampir di seluruh penjuru dunia termasuk
di Indonesia.
Klasifikasi
Kacang Tanah:
·
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
·
Divisi :
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·
Kelas :
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·
Sub Kelas : Rosidae
·
Ordo :
Fabales
·
Famili :
Fabaceae (suku polong-polongan)
·
Genus :
Arachis
·
Spesies :
Arachis
hypogaea L
Kacang
tanah berakar tunggang yang tumbuh lurus ke dalam tanah hingga kedalaman 40 cm.
Pada akar tunggang tersebut tumbuh akar cabang dan diikuti oleh akar serabut.
Akar kacang berfungsi sebagai penopang berdirinya tanaman serta alat penyerap
air dan zat-zat hara serta mineral dari dalam tanah.
Cabang
dan akar rambut berperanuntuk memperluas permukaan akar guna meningkatkan daya
serap akar tanaman tersebut.Pada pangkal dan cabang akar tunggang kacang tanah
biasanya terdapat bintil-bintil bakteri Rhizobium yang berperan dalam
penyerapan nitrogen dari udara bebas.
F.
Kacang
Hijau
Kacang
hijau adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan
yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam
kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.
Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman
pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Klasifikasi
kacang hijau:
·
Kingdom :
Plantae (Tumbuhan)
·
Divisi :
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·
Kelas :
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·
Sub Kelas : Rosidae
·
Ordo :
Fabales
·
Famili :
Fabaceae (suku polong-polongan)
·
Genus :
Phaseolus
·
Spesies :
Phaseolus
radiatus L.
Susunan tubuh
tanaman (morfologi) kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah,
dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk
bintil-bintil (nodula) akar. Makin banyak nodula akar, makin tinggi kandungan
nitrogen sehingga menyuburkan tanah.
III. METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum
Botani dan Sistematika Tanaman dilaksanakan pada hari Senin, 13 Oktober 2014
pukul 11:00 WIB sampai dengan selesai di Laboratorium Bioteknologi Fakultas
Pertanian UNTIRTA.
3.2. Alat dan Bahan
|
Alat:
1.
Pensil
2.
Penghapus
3.
Kertas HVS
|
Bahan:
1.
Akar Kacang Hijau
2.
Akar kacang tanah
3.
Akar jagung
4.
Batang euphorbia
5.
Batang mawar
6.
Batang jagung
7.
Batang singkong
|
3.3. Cara Kerja
1.
Siapakan alat tulis
2.
Siapkan bahan akar dan batang yang akan
digunakan.
3.
Gambar batang dan akar yang sudah
disiapakan.
4.
Beri keterangan pada gambar batang dan
akar.
4.2. Pembahasan
Dari
hasil praktikum yang sudah kami lakukan dengan menggunakan akar dan batang dari
beberapa tumbuhan kami jadi mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh batang
dan akar tumbuhan yang kami bawa.
Pada
batang singkong tidak memiliki bercabang atau bercabang sedikit dengan tinggi
rata-rata 1,5-7 m. Batang dengan tanda berkas daun yang bertonjolan. Umbi akar
besar, memanjang, kulit berwarna coklat. Tangkai daun 6-35 cm, helaian daun
dekat pangkal, tipe daun menjari.
Pada
batang tanaman bunga mawar merupakan kelompok tumbuhan biji berupa pohon yang
batangnya berkayu. Sebagai tumbuhan dikotil, tanaman bunga mawar mempunyai
sistem akar tunggang. Batang dan akar mempunyai kambium sehingga dapat
memperbesar. Sebagai tumbuhan biji tertutup, tanaman bunga mawar juga dianggap
sebagai golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan yang tinggi. Ciri lain
bunga mawar yaitu adanya duri-duri tajam pada batangnya, dengan kulit batang
halus licin dan dapat berkembang biak dengan cara stek.
Pada
batang jagung beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku.
Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Batang jagung
tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi
atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman
berbentuk roset. permukaan yang halus sampai berbulu. Batang tidak memiliki
tangkai.
Pada
akar jagung tergolong akar serabut, pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul
akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga
tegaknya tanaman. Akar serabut adalah jenis akar yang terdiri atas sejumlah
akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran
serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya,
cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya
mirip benang-benang.
Pada
batang euphorbia tanaman dengan batang berduri dan bergetah, Batang euphorbia
tidak berkayu, tetapi jika tumbuh membesar akan mengeras. Bentuk batangnya ada
yang bulat, ada pula yang bersudut. Batang ini ditumbuhi duri, ada yang berduri
tunggal, ganda, dan duri yang berkelompok.
Pada
akar kacang tanah berakar tunggang. Akar tunggang adalah akar yang terdiri atas
satu akar besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain
merupakan cabang dari akar utama.
Pada
akar kacang hijau memiliki perakaran tunggang. Sistem perakaran dibagi menjai
dua, yaitu mesophites dan xerophites. Mesophites mempunyai banyak cabang akar
pada permukaan dan tipe pertumbuhannya menyebar. Sementara xerophites memiliki
akar cabang lebih sedikit memanjang ke arah bawah .
V. PENUTUP
5.1. Simpulan
Simpulan
dari praktikum yang kami lakukan kami mengethaui berbagai macam karakteristik
dari akar dan batang tanaman, dan kami dapat menyebutkan bagian-bagian akar
tanaman dan batang tanaman.
Pada
umumnya, akar terletak dibawah permukaan tanah. Namun, ada juga beberapa akar
tumbuhan yang tumbuh diatas tanah. Fungsi utaman akar adalah menyerap air dan
mineral dari tanah. Secara urutan akar dari luar kedalam terdiri dari
epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Secara umum terdapat dua jenis akar:
akar serabut dn akar tunggang.
Akar
serabut berbentuk seperti serabut. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan
berkeping satu (monokotil). Akar serabut adalah jenis akar yang terdiri atas
sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem
perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak
banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil,
bentuknya mirip benang-benang. Akar tunggang akar yang terdiri atas satu akar
besar yang merupakan kelanjutan batang, sedangkan akar-akar yang lain merupakan
cabang dari akar utama.
Batang
terdapat diatas permukaan tanah.
Batang berperan dalam menyangga daun dan bunga. Salah satu ciri khas dari
batang adalah terdapatnya buku dan ruas. Berdasarkan bentuknya,
secara garis besar terdapat tiga jenis batang tumbuhan yaitu: batang berkayu,
batang lunak, dan batang merumput.
5.2. Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya agar bisa dilakukan lebih
efektif dan efisien dalam pelaksaan praktikum dan lebih kondusif.
DAFTAR PUSTAKA
AAK. 1993. JAGUNG. Yogyakarta : KANISIUS.
Administrator.
Jumat, 20 Mei 2011. http://distan.riau.go.id/index.php/component/content/article/52-tanaman-hias/164-bunda-euphorbia
(Diakses pada hari Sabtu, 17 Oktober 2014 pukul 13:00 WIB sampai dengan
selesai).
Abdurahman, Deden. 2008. BIOLOGI untuk Pertanian dan Kesehatan untuk
Kelas X SMK. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Mikrajuddin, dkk. 2007. IPA TERPADU untuk SMP dan MTs Jilid 2A.
Jakarta : Erlangga.
Mulyani,
Sri. dkk. 2006. Anatomi Tumbuhan.
Yogyakarta : KANISIUS.
Mutiara, Tia. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Pringgodigo.
1973. Ensiklopedi Umum. Yogyakarta :
KANISIUS.
Rukmana, Rakhmat. 1997. Ubi Kayu Budidaya dan Pascapanen.
Yogyakarta : KANISIUS.
Rukmana, Rakhmat. 1997. Kacang Hijau Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta
: KANISIUS.
Rukmana, Rakhmat. 1998. Kacang Tanah. Yogyakarta : KANISIUS.
Wijayakusumah, Prof. H. M. Hembing.
2000. Ensiklopedia Milenium Tumbuhan.
Jakarta : Pertasi Insan Indonesia.
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar