I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Anatomi tumbuhan atau fitoanatomi merupakan
analogi dari anatomi manusia atau hewan.Walaupun secara prinsip kajian yang
dilakukan adalah melihat keseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara
fungsional berbeda, anatomi tumbuhan menggunakan pendekatan metode yang berbeda
dari anatomi hewan. Organ tumbuhan terekspos dari luar, sehingga umumnya tidak
perlu dilakukan "pembedahan".
Secara umum, anatomi tumbuhan terdiri atas,
akar (radiks), batang (caulis), dan daun (folium).Tumbuhan yang memiliki ketiga
bagian tersebut disebut kedalam golongan kormofita (kormofita berasal dari
Bahasa Yunani yaitu, cormus berarto akar, batang dan daun; sedangkan phyta
berarti tumbuhan).
Akar tumbuh kedalam tanah sehingga memperkuat
berdirinya tumbuhan.Akar juga berfungsi sebagai pengangkut air dan garam
mineral didalam tanah. Seperti halnya dengan beberapa organ lain pada tumbuhan,
akar juga berfungsi untuk menyimpan makanan. Pada batang terdapat daun yang
berfungsi menghasilkan makanan melalui fotosintesis dan mengeluarkan air
melalui transpirasi.Selain itu, batang juga berperan untuk lewatnya air dan
garam mineral dari akar ke daun dan lewatnya hasil fotosintesis dari daun
keseluruh bagian tumbuhan.
Daun
merupakan bagian yang terletak pada batang dan pada umumnya berwarna
hijau.Warna hijau pada daun karena mengandung klorofil dan terutama berfungsi
untuk menangkap energy matahari dari cahaya matahari yang digunakan untuk
fotosintesis.Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan
hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok
kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
1.2.
Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah
agar peserta praktikan dapat mempelajari dan mengetahui bagian atau struktur
terdalam secara umum.
II.
TINJAUN PUSTAKA
2.1.
Anatomi Akar
Akar dalam istilah ilmiahnya disebut
radiks yang merupakan bagian utama
dari tumbuhan yang memiliki pembuluh.Akar merupakan bagian pangkal tumbuhan
pada batang yang berada didalam tanah dan tumbuh menuju kedalam pusat bumi. Ada
beberapa tumbuhan yang memiliki akar yang tumbuh ke permukaan tanah untuk
fungsi-fungsi tertentu karena persediaan
oksigen yang terbatas dan aerasi yang kurang baik didalam tanah.
Ciri-ciri yang dimiliki akar antara
lain:
1. Akar tumbuh kedalam dasar bumi
(geotrop) atau menuju ke air (hidrotop).
2. Tidak berbuku-buku dan beruas dan
tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.
3. Warnanya tidak hijau, biasanya
berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
4. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi
umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian
permukaan tanah.
5. Bentuk ujung akarnya sering kali
meruncing.
Fungsi dari akar itu sendiri adalah:
1. Memperkuat berdirinya tumbuhan.
2. Menyerap air dan zat-zat yang
terlarut didalam airtersebut didalam tanah.
3. Mengangkut air dan zat-zat makanan
yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan.
4. Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbum
makanan.
Dalam akar terdapat sebuah
jaringan.Jaringan adalah sekelompok sel dengan ciri yang serupa dalam hal
bentuk, fungsi maupun sifat-sifatnya.Berdasarkan kemampuan membelahnya,
jaringan tumbuhan dapat dikelompokan dalam menjadi dua yaitu jaringan meristem
dan jaringan permanen.
Berdasarkan letaknya jaringan
meristem juga terdapat didalam akar.Jaringan meristem yang terdapat didalam
akar adalah jaringan meristem apical. Meristem apical atau meristem ujung merupakan meristem yang
selalu terdapat diabgain ujung akar dan batang tumbuhan. Meristem apical selalu
menghasilkan pemanjangan dan batang tumbuhan. Dalam proses pemanjangan meristem
apical, akan dihasilkan tunas apical (tunas ujung) yang akan berkembang menjadi
cabang samping, daun, dan bunga. Pertumbuhan yang diawali oleh meristem apical
dikenal dengan pertumbuhan primer,
dan semua jaringan yang terbentuk dari meristem apical disebut jaringan
primer.
Akar terdiri dari beberapa bagian
yaitu leher atau pangkal akar, ujung akar, batang akar, cabang akar, serabut
akar, rambut akar dan tudung akar.
·
Leher
atau pangkal akar merupakan bagian akar yang bersambungan dengan pangkal
akar.
·
Ujung
akar merupakan bagian akar termuda yang terdiri dari jaringan-jaringan yang
masih dapat mengadakan pertumbuhan
(jaringan meristem).
·
Batang
akar merupakan bagian akar yang terdapat diantara leher akar dan ujung akar.
·
Cabang-cabang
akar merupakan bagian yang tidak langsung bersambung dengan apical batang
tetapi keluar dari akar pokok.
·
Serabut
akar merupakan cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.
·
Ranbut-rambut
atau bulu-bulu akar merupakan penonjolan sel-sel kulit luar (epidermis) yang
sesungguhnya.
·
Tudung
akar (kaliptra) merupakan bagian akar
yang tertelat paling ujung sebagai pelindung ujung akar yang muda.
|
Gambar
2.1.1. Akar tumbuhan dan
bagian-bagiannya.
|
2.2.
Anatomi Batang
Batang dalam bahasa latin yaitu caulis. Batang adalah bagian kedua dari
tumbuhan setelah akar.Batang bersatu dengan akar melanjutkan sari makanan yang
dibawa oleh akar melalui jaringan pengangkut.Pada beberapa jenis tumbuhan,
batang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya pada ubi
jalar dan kentang.Batang pada umumnya berada di atas permukaan tanah.Ada tiga
jenis batang tumbuhan yang terdapat di sekitar, yaitu batang berkayu, batang berair
(batang basah) dan batang rumput (berongga).Sama halnya dengan akar, pada ujung
batang terdapat pula titik tumbuh.Titik tumbuh batang pada umumnya tidak
mempunyai pelindung yang khusus, tetapi balutan bakal daunnya berfungsi sebagai
pelindung.Pada ujung batang terdapat tiga daerah perkembangan seperti pada
ujung akar.Bagian-bagian batang menurut irisan memanjang terdiri atas Zona
Meristem, Zona Memanjang, dan Zona Pematangan (diferensial).
Fungsi batang umumnya warna batang
muda adalah hijau muda, sedangkan warna batang yang telah tua adalah
kecokelat-cokelatan. Bagi tumbuhan, batang memiliki beberapa kegunaan, antara
lain sebagai penopang, pengangukut air dan zat-zat makanan, penyimpanan
cadangan makanan, serta sebagai alat perkembang biakan. Singkatnya fungsi
batang adalah sebagai berikut :
1. Tempat lintasan makanan dan air
2. Penyokong tumbuhan
3. Penyimpan sebagian hasil
fotosintesis
4. Pembentuk tubuh tumbuhan seperti
daun, tunas dan bunga
5. Alat reproduksi vegetatif
6. Memberikan bantuk tubuh tumbuhan
A. Struktur
Batang
·
Struktur Morfologi:
1. Batang
herba, umumnya batang lunak, berwarna hijau (karena terdapat klorofil),
terdapat stomata, sedikit / tidak ada jaringan kayu, ukuran kecil, dan umurnya
relatif pendek.
2. Batang
berkayu, umumnya batang keras, terdapat jaringan kayu, berwarna coklat,
terdapat lentisel, ukuran besar, dan umurnya relatif panjang.
·
Struktur Anatomi:
Dari
lapisan luar ke dalam
1. Jaringan
Epidermis, terdiri dari selapis sel, dinding sel menebal, dilindungi oleh
kutikula.
2. Jaringan
Korteks, terdiri dari beberapa lapis sel, berongga-rongga, bervakuola besar,
berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
3. Stele,
terdiri dari xylem dan floem. Letak jaringan pengangkut (xylem dan floem) pada
tumbuhan dikotil lebih teratur daripada tumbuhan monokotil.
Jenis
batang:
1. Batang
Dikotil
Pada batang dikotil terdapat
lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
·
Epidermis
Terdiri
atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi
epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami
pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang
dibentuk dari kambium gabus.
·
Korteks
Korteks
batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat
dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam
tersusun atas jaringan parenkim.
·
Endodermis
Endodermis
batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan
pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae
mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan
Gymnospermae.
·
Stele/ Silinder Pusat
Merupakan
lapisan terdalam dari batang.Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau
perikambium.lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem
dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara
xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan
selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut
juga berubah menjadi kambium, yang disebutkambium intervasikuler. Keduanya
dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya
diameter batang.
Pada
tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal
sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat
hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan
sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis
menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran
tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.
2.
Batang Monokotil
Pada
batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks
dan stele umumnya tidak jelas.Pada stele monokotil terdapat ikatan
pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di
antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada
Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan
perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder.
Meskipun
demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal
sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan
pohon Nenas seberang (Agave sp) Batang merupakan
bagian dari tumbuhan yang
amat penting, dan mengingat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang
dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai
sifat-sifat berikut :
1.
Umumnya berbentuk panjang bulat
seperti silinder atau
dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
2.
Terdiri atas ruas-ruas yang
masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
3.
Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya
atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
4.
Selalu bertambah panjang di ujungnya,
oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak
terbatas.
5.
Mengadakan percabangan dan selama
hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting
yang kecil.
6.
Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali
tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
Gambar
2.2.1. Batang pada tumbuhan dikotil
|
Gambar
2.2.2. Batang pada tumbuhan monokotil
|
B.
Jaringan
Penyusun Batang
Pada dasarnya batang memiliki lapisan-lapisan jaringan yang
sama dengan akar, yaitu Epidermis, Korteks, dan Silinder pusat (Stele).
1. Epidermis, tersusun oleh satu lapis
sel, tanpa ruang antarsel, dinding luar mengalami penebalan dari kutin yang
disebut kutikula, dan pada tumbuhan kayu tua terdapat kambium gabus. Derivat
epidermis pada batang berupa lentisel, trikoma, sel silika, dan sel gabus.
2. Korteks mengandung amilum dan
tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim, serta skerenkim.
3. Silinder pusat (stele), terdiri atas
periskel yang bersifat meristematis, sel parenkim (emepulur), dan berkas
pengangkut (xilem dan floem).
2.3.
Anatomi Daun
Daun
merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting, umumnya berwarna
hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi
dari cahaya matahari untuk fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi
tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof
obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi
cahaya matahari menjadi energi kimia.
Daun
sempurna tersusun dari tiga bagian: pelepah, tangkai (petiolus), dan helai
(lamina) daun. Pelepah daun mendudukkan daun pada batang.Tangkai daun menghubungkan
pelepah atau batang dengan helai daun.Helai daun merupakan bagian terpenting
dari kebanyakan daun karena di sinilah fungsi utama daun sebagai organ fotosintetik
paling dominan bekerja.
Bentuk
helai daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau
tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk
daun.Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi
elips dan memanjang.Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Daun
juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun
kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik.Daun tumbuhan sukulen atau
xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air.
Warna
hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun.Klorofil adalah
senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang
energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen
lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan
antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun
tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah
(dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).
Secara umum fungsi daun sebagai berikut
:
1. Membuat makanan melalui proses
fotosintesis.
2. Sebagai tempat pengeluaran air
melalui transpirasi dan gutasi.
3. Menyerap CO2 dari udara.
4. Respirasi.
A.
Struktur Jaringan Penyusun Daun
Daun
berbentuk pipih melebar dan berwarna hijau.Daun ditopang oleh tangkai
daun.Tangkai daun berhubungan dengan tulang daun.Tulang daun bercabang-cabang
membentuk jaring jaring pembuluh angkut.Struktur daun dibedakan atas struktur
luar dan struktur dalam.
a)
Struktur Jaringan luar Daun
Secara morfologi daun terdiri dari:
·
Helaian
daun ( lamina ).
·
Tangkai
daun ( petiolus ), terdapat bagian yang menempel pada batang disebut pangkal
tangkai daun. Ada tumbuhan tertentu yang daunnya tidak bertangkai daun,
misalnya rumput.
·
Pelepah
daun ( folius ), pada tumbuhan monokotil pangkal daun pipih dan lebar serta
membungkus batangnya. Misalnya: pelepah daun pisang dan pelepah daun talas.
Gambar 2.3.1.Struktur luar daun.
Daun
yang memiliki ketiga bagian tersebut disebut daun sempurna, misalnya daun
pisang dan daun talas.Daun yang tidak memiliki satu atau lebih bagian daun
disebut daun tidak sempurna, misalnya daun mangga dan
daun jambu.
Pada
lembaran permukaaan daun terdapat tulang atau urat daun. Tipe tulang daun ada
empat macam, yaitu:
·
Menyirip,
misalnya pada daun mangga,
·
Menjari,
misalnya pada daun pepaya,
·
Melengkung,
misalnya pada daun gadung,
·
Sejajar,
misalnya pada daun jagung,
Tumbuhan
dikotil umumnya memiliki daun dengan susunan tulang daun menyirip dan
menjari.Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki daun dengan susunan tulang daun
sejajar atau melengkung.
b)
Struktur Jaringan dalam Daun
·
Epidermis Daun
Epidermis
berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari zat kutin
(kutikula) atau kadang dari lignin.Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun)
yang diapit oleh dua sel penutup.Stomata ada yang terletak di permukaan atas
saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada
yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan
daun (atas dan bawah).
Tanaman
Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat tambahan
yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel
kipas.
Gambar 2.3.2.
Epidermis dengan stomata
Gambar 2.3.3.Penampang
melintang stomata
·
Mesofil Daun (Jaringan dasar)
Mesofil
terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel.
Pada kebanyakan daun Dikotil, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade
(jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade
bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim
spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas,
dan tersusun renggang.
·
Berkas Pengangkut Daun
Berkas
pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan
sebagai penguat daun.
·
Jaringan Tambahan Daun
Jaringan
tambahan meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun,
misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.
Perbedaan
struktur jaringan penyusun daun Monokotil dan Dikotil.
1.
Struktur
Jaringan Penyusun Daun Dikotil
Bentuk
daun Dikotil bermacam-macam, bertangkai daun, dan urat daunnya menyirip atau
menjari.
Gambar 2.3.4. Struktur
jaringan daun dan urat daun tumbuhan Dikotil.
2.
Struktur
Jaringan Penyusun Daun Monokotil
Daun
Monokotil berbentuk seperti pita dan pada pangkalnya terdapat lembaran yang
membungkus batang, serta urat daunnya sejajar.
Gambar 2.3.5. Struktur jaringan daun dan urat
daun Monokotil
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Botani dan Sistematika Tanaman dilaksanakan pada
hari Senin tanggal 6 Oktober 2014 di
Laboratorium Bioteknologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pukul 11:00 –13:00
WIB.
3.2. Alat dan Bahan
Alat
:
-
Mikroskop
-
Kertas
gambar
-
Pensil
-
Penghapus
-
Pipet
-
Aquadest
-
Cover
glass
-
Silet
Bahan
:
-
Batang
bayam
-
Akar
bayam
-
Daun
bayam
3.3. Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan
dilakukan untuk praktikum.
2. Potong bagian akar, daun, dan batang
bayam secara melintang dan membujur.
3. Letakan hasil potongan diatas kaca
preparat, lalu beri aquades.
4. Amati di Mikroskop dengan perbesaran
4 dan 10.
IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
No.
|
Gambar
|
Perbesara
Mikroskop
|
|
Lensa
4x10
|
Lensa
10x10
|
||
1.
|
Daun
Atas
|
|
|
2.
|
Batang
Melintang
|
|
|
3.
|
Akar
Melintang
|
|
|
Tabel.
4.1.1. Hasil
Gambar Melintang
No.
|
Gambar
|
Perbesara
Mikroskop
|
|
Lensa
4x
|
Lensa
10x
|
||
1.
|
Daun
Bawah
|
|
|
2.
|
Batang
Membujur
|
|
|
3.
|
Akar
Membujur
|
|
|
Tabel.
4.1.2. Hasil
Gambar Membujur
4.2. Pembahasan
Pada
hasil praktikum yang sudah dilakukan terdapat perbedaan mulai dari bentuk
secara morfologi maupun secara anatomi. Secara morfologi batang bayam termasuk
kedalam batang tumbuhan herba. Batang tumbuhan herba adalah batang tumbuhan
yang umumnya lunak, berwarna hijau, dan umumnya relative pendek. Sedangkan
secara anatomi, batang tumbuhan herba dibagian luarnya merupakan sel-sel
epidermis yang tipis dan terdapat stomata.
Dibagian
bawah epidermis terdapat sel-sel korteks yang mengandung klorofil, sehingga proses
fotosintesis terjadi dibatang. Pada umumnya batang tumbuhan herba tidak
memiliki jaringan kayu dan tidak mengandung gabus. Adanya jaringan kolenkim dan
sklerenkim membuat batang tumbuhan herba dapat menopang daun-daun dan dapat
berdiri dengan tegak.
Pada
saat kami praktikum, kami ingin mengetahui secara lebih jelas bagian sel-sel
yang terdapat didalam batang bayam. Kami melakukan perbandingan dengan memotong
batang kayu secara melintang dan membujur. Secara melintang dan membujur pada
batang bayam terdapat lapisan paling luar adalah epidermis. Epidermis merupakan
lapisan terluar tumbuhan yang menutupi selitih tubuh tumbuhan mulai dari akar,
batang, dan daun.
Selaian
epidermis yang terlihat pada batang bayam, terlihat juga parenkim. Jaringan
parenkim atau jaringan dasar hamper ditemukan disetiap bagian tumbuhan.
Terdapat juga xylem dan floem. Xylem dan floem berfungsi sebagai pengankutan
zat baik hasil fotosintesis atau penyebaran unsure hara dari akar seluruh
bagian tumbuhan.
Pada
pengamatan akar bayam, perlakuan yang dilakukan pun sama. Dipotong dengan
melintang dan membujur. Secara anatomi akar tersususn atas empat lapisan yaitu,
epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Pada semua bagian tumbuhan lapisan
terluar pasti epidermis yang memiliki fungsi sebagai pelindung bagian dalam
dari tubuh tumbuhan. Pada akar terdapat xylem yang fungsi sebagai pengankut air
dan garam mineral dari akar ke daun. Selain xylem, floem juga terdapat dan
berfungsi mengangkut dan menyebarkan zat-zat hasil fotosintesis seluruh bagian
tubuh tumbuhan.
Pada
daun bayam, kami tidak melakukan perlakukan dengan memotong membujur atau
melintang, tetapi menggunakan daun bagian atas dan bawah. Pada daun bagian atas
dan bawah terlihat seperti dinding sel, sitoplasma,inti sel, celah sitoplasma,
dan mungkin itu sel penutup. Inti sel memiliki fungsi sebagai pengatur atau
pusat kendali kehidupan sel. Sedangkan dinding sel berfungsi sebagai pembatas
isi sel dari lingkungannya. Dan sitoplasma memiliki fungsi sebagai tempat
penyimpanan zat-zat yang penting bagi metabolism sel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar